News

Dorong Mobilitas Jakarta Yang Lebih Bersih Dan Efisien

Freemagz.id – Untuk mendukung transisi Jakarta menuju mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berpusat pada masyarakat, ITDP telah mengembangkan paket kebijakan komprehensif yang mencakup penerapan Kawasan Rendah Emisi (KRE), perubahan sistem parkir, dan jalan berbayar (Electronic Road Pricing/ERP). Ketiga strategi ini dirancang untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, meningkatkan kualitas udara, serta mendorong pergeseran ke arah transportasi umum. 

I. Kawasan Rendah Emisi (KRE)

ITDP merekomendasikan penerapan KRE di Jakarta yang dapat meningkatkan standar emisi kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu kendaraan roda empat dengan Euro 4 dan roda dua dengan Euro 3. ITDP berharap, penerapan KRE dapat diprioritaskan pada pusat kota Jakarta yang merupakan area dengan konsentrasi emisi sangat tinggi akibat besarnya volume kendaraan. Selain itu, hal ini dilakukan mengingat jumlah layanan transportasi publik yang sudah mencukupi di Jakarta. 

Penerapan KRE dapat dilakukan secara bertahap dari tahun 2026 hingga tahun 2030. ITDP memperkirakan penerapan KRE akan menghasilkan:

  • Penurunan emisi PM 2.5 sebesar 37,6 ton dan NOx sebesar 1.716 ton
  • Manfaat ekonomi hingga Rp37,9 miliar karena turunnya tingkat kematian akibat penyakit pernapasan.

II. Manajemen Parkir

ITDP merekomendasikan penerapan manajemen parkir di Jakarta untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan bermotor pribadi serta memprioritaskan fungsi ruang publik untuk aktivitas manusia. Zona manajemen parkir sebaiknya diterapkan pada area yang sudah terlayani oleh sistem transportasi umum dan ditetapkan sebagai Kawasan Berorientasi Transit (KBT).  

ITDP merekomendasikan penerapan Zonasi Manajemen Parkir pada pusat kota Jakarta. Estimasi dampak dari penerapan ini meliputi:

  • Penurunan emisi PM 2.5 sebesar 18 ton dan NOx sebesar 150 ton
  • Potensi pengalihan ruang parkir menjadi area hunian sebanyak 56.000 unit

III. Electronic Road Pricing

ITDP merekomendasikan empat skenario potensial untuk penerapan ERP di Jakarta. Dalam hal ini, penerapan berbasis area berpotensi menghasilkan manfaat yang sangat besar, yaitu: 

  • Potensi pemasukan tambahan dari ERP sekitar Rp250 miliar per tahun yang dapat digunakan untuk pengembangan transportasi publik dan infrastruktur bagi pejalan kaki serta pesepeda.
  • Manfaat kesehatan hingga Rp363 miliar per tahun karena turunnya volume kendaraan bermotor pribadi, emisi karbon, serta polusi udara.
  • Manfaat ekonomi hingga Rp762 miliar per tahun karena turunnya volume lalu lintas dan tingkat kecelakaan lalu lintas.

Penerapan ERP juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan dan jumlah pengguna transportasi publik dengan potensi dampak berdasarkan benchmarking study, yaitu:

  • Waktu tempuh kendaraan yang lebih cepat hingga 10-30% (hanya sekitar 3-10 menit) di wilayah pusat kota karena turunnya volume lalu lintas kendaraan bermotor pribadi.
  • Meningkatnya penggunaan transportasi umum hingga 20% karena masyarakat berpindah dari kendaraan bermotor pribadi ke transportasi umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *