SeaBank Jaga Tren Positif, Laba dan Aset Tumbuh di Tengah Kompetisi Digital
Freemagz.id – Di tengah persaingan sengit bank digital, PT Bank Seabank Indonesia justru melaju kencang sepanjang 2025. Bukan sekadar bertahan, bank ini menunjukkan bahwa model bisnis digital bisa tumbuh agresif sekaligus tetap sehat.
Laba bersih SeaBank tercatat mencapai Rp678,4 miliar melonjak 79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini memperpanjang tren positif selama empat tahun berturut-turut, sinyal kuat bahwa strategi yang dijalankan tidak hanya ekspansif, tapi juga terukur.

Pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri. Total aset SeaBank kini menyentuh Rp44,4 triliun, naik 28,5 persen secara tahunan. Di saat yang sama, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp34,8 triliun indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.
Penyaluran kredit pun ikut terdorong hingga Rp32,1 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di level 1,82 persen. Ini menunjukkan keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian tetap terjaga.
Dari sisi fundamental, SeaBank juga terlihat solid. Rasio kecukupan modal (CAR) berada di 23,3 persen, memberikan ruang yang lebar untuk ekspansi lanjutan. Sementara itu, rasio profitabilitas seperti ROA (2,3 persen) dan ROE (11,5 persen) mencerminkan bisnis yang semakin efisien dan menguntungkan.
Yang menarik, pertumbuhan ini berjalan seiring dengan peningkatan adopsi pengguna. Hingga akhir 2025, jumlah nasabah SeaBank telah melampaui 28 juta.

Aktivitasnya pun intens: lebih dari 12 juta transaksi terjadi setiap hari, dengan perputaran dana harian menembus Rp5 triliun. Ini menegaskan peran SeaBank bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian finansial banyak orang.
Ke depan, fokus SeaBank tetap pada inovasi berbasis kebutuhan pengguna. Rencana peluncuran kartu debit menjadi langkah logis untuk memperluas ekosistem layanan, sekaligus memperkuat posisi di ranah transaksi harian.
Di luar aspek bisnis, SeaBank juga menaruh perhatian pada literasi keuangan. Bersama Women’s World Banking, mereka menghadirkan platform edukasi UMKM Pintar yang menyasar pelaku usaha, khususnya perempuan. Inisiatif ini menegaskan bahwa inklusi finansial masih menjadi agenda penting di tengah akselerasi digital.
Dengan kombinasi pertumbuhan, profitabilitas, dan pendekatan berbasis pengguna, SeaBank tampaknya sedang membangun fondasi kuat untuk menjadi pemain kunci dalam lanskap bank digital Indonesia.

