Edukasi Gigi Tak Lagi Membosankan: Pepsodent Bangun Era Baru “Dentfluencer”
Freemagz.id – Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih jauh dari ideal. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Riskesdas mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan, mayoritas masyarakat belum menjadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai rutinitas, dan hanya sebagian kecil yang menerapkan teknik menyikat gigi dengan benar.
Di balik angka tersebut, tersimpan persoalan klasik rasa takut, minimnya literasi, hingga cara penyampaian edukasi yang belum sepenuhnya relevan dengan kebiasaan konsumsi informasi masa kini.

Di tengah lanskap digital yang kian dominan, Pepsodent dari Unilever Indonesia mencoba menggeser pendekatan. Lewat TeethTalk Academy for Dentfluencers, edukasi kesehatan gigi tidak lagi dibatasi pada ruang praktik atau kampanye konvensional, melainkan masuk ke platform yang akrab dengan keseharian masyarakat: media sosial.
Program ini dirancang untuk membekali dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi, hingga pegiat kesehatan dengan kemampuan baru mengemas pesan ilmiah menjadi konten yang ringan, engaging, dan mudah dicerna. Bukan sekadar tren, langkah ini menjadi strategi untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan medis dan cara masyarakat mengakses informasi saat ini.
Workshop perdana yang digelar pada Maret 2026 menjadi titik awal. Peserta diajak memahami proses kreatif dari hulu ke hilir, mulai dari merancang ide konten, teknik produksi visual, hingga membangun personal branding yang kuat di ranah digital. Pendekatannya praktis dan aplikatif, mencerminkan kebutuhan komunikasi yang cepat, visual, dan autentik.

Menariknya, program ini turut menghadirkan Milad Shadrooh figur yang dikenal mampu mengemas edukasi gigi menjadi konten yang menghibur sekaligus informatif. Bersama kreator lokal seperti Zaki Alfadilah, Twomann, dan Vinco, pendekatan edukasi terasa lebih dekat, humanis, dan relevan dengan audiens muda.
Inisiatif ini menandai pergeseran peran Pepsodent dari brand yang identik dengan kebersihan keluarga menjadi katalis percakapan kesehatan yang lebih kontekstual. Dengan rencana ekspansi ke berbagai kota di Indonesia hingga pasar regional, TeethTalk Academy diproyeksikan menjadi ekosistem baru yang mempertemukan keahlian medis dan kreativitas digital.
Di era ketika media sosial membentuk persepsi publik, kehadiran “dentfluencer” yang kredibel bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan.
Lewat pendekatan ini, edukasi kesehatan gigi diharapkan tidak hanya lebih mudah diakses, tetapi juga mampu mengubah cara pandang dari yang semula menakutkan, menjadi sesuatu yang dekat dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

