InJourney Hospitality Prediksi Lonjakan Okupansi Hotel Saat Libur Lebaran dan Nyepi 2026
Freemagz.id – Periode libur panjang Idul Fitri dan Nyepi 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata domestik. Operator hotel nasional InJourney Hospitality memproyeksikan peningkatan tingkat hunian hotel hingga 10 persen selama peak season yang berlangsung pada 17–29 Maret 2026.
Perusahaan yang merupakan bagian dari holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) ini menilai momen libur Lebaran dan Nyepi tahun ini berpotensi mendorong mobilitas wisatawan domestik secara signifikan.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia mengatakan, periode libur panjang tersebut menjadi peluang untuk mengoptimalkan ekosistem pariwisata terintegrasi yang dimiliki perusahaan.

Menurutnya, dukungan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperpanjang masa liburan sekaligus membantu mengurai kepadatan arus mudik.
“Dengan integrasi layanan mulai dari bandara, hotel, hingga destinasi wisata, perjalanan wisatawan dapat berlangsung lebih nyaman dan terhubung,” ujarnya.
Bali Jadi Destinasi dengan Okupansi Tertinggi ; Berdasarkan proyeksi perusahaan, klaster Bali diperkirakan mencatat tingkat hunian tertinggi dengan 64 persen, disusul klaster Jawa sebesar 53 persen dan Sumatera 45 persen, sementara klaster Kalimantan dan Sulawesi juga menunjukkan tren peningkatan.
Dari sisi kategori hotel, okupansi hotel bintang empat diprediksi mengalami kenaikan paling signifikan, yakni sekitar 14 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara hotel bintang lima diperkirakan naik 5 persen, dan hotel bintang tiga meningkat sekitar 9 persen.
Beberapa properti yang diproyeksikan mencatat performa terbaik antara lain Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur, serta Bali Beach Hotel The Heritage Collection untuk kategori hotel bintang lima.
Strategi Sambut Lonjakan Wisatawan ; Untuk mengantisipasi lonjakan tamu selama musim libur, InJourney Hospitality yang mengelola 40 unit hotel dan memiliki 13 portofolio properti telah menyiapkan berbagai strategi operasional.

Perusahaan melakukan audit layanan hotel mulai dari food & beverage, housekeeping, hingga engineering, serta mengoptimalkan layanan digital check-in. Pengawasan operasional juga dilakukan melalui Task Force 24/7 Monitoring Center guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat menegaskan bahwa perusahaan fokus menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman dengan sentuhan keramahtamahan khas Indonesia.
Selain paket menginap Idul Fitri dan Nyepi, sejumlah hotel juga menghadirkan program tematik seperti paket buka puasa, Halal Bihalal buffet, hingga berbagai acara Ramadan dan festive event di destinasi wisata utama seperti Bali, Labuan Bajo, Lombok, Yogyakarta, Bandung, hingga Medan.
Melalui rangkaian program tersebut, InJourney Hospitality berharap dapat menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menghadirkan nilai budaya dan kebersamaan selama musim liburan keagamaan di Indonesia.

