NewsResto

Tak Hanya Soal Kopi, Ini Cara Starbucks Ikut Menggerakkan Komunitas di Indonesia

Freemagz.id – Pemberdayaan komunitas tidak selalu dimulai dari program berskala besar. Di tingkat lokal, akses terhadap keterampilan, dukungan kesehatan mental, dan kesempatan untuk mengembangkan usaha justru dapat menjadi langkah penting untuk membuka masa depan yang lebih baik.

Pendekatan inilah yang kembali diusung Starbucks Foundation melalui Global Community Impact Grants (GCIG) di Indonesia.

Melalui PT Sari Coffee Indonesia (SCI), Starbucks menominasikan tiga organisasi lokal, Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN), Indonesian Street Children Organization (ISCO), dan Prestasi Junior Indonesia (PJI), untuk memperoleh total dana hibah US$50.000 atau sekitar Rp800 juta.

Dukungan tersebut diarahkan pada isu yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan mental dan inklusivitas hingga kewirausahaan serta kesiapan kerja generasi muda.

Namun, kontribusi Starbucks tidak berhenti pada pendanaan. Para Starbucks partners atau karyawan juga akan terlibat sebagai relawan dengan menyumbangkan waktu dan keterampilan mereka untuk mendukung pelaksanaan berbagai program.

“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari komunitas yang kami layani, kami percaya pada kekuatan untuk bersatu dalam menciptakan perubahan yang bermakna dan berkelanjutan,” ujar Avolina Raharjanti, Senior General Manager, Corporate PR & Communications PT Sari Coffee Indonesia.

Menurut Avolina, kombinasi antara dukungan finansial dan keterlibatan langsung karyawan menjadi bagian penting dari upaya memperluas dampak program.

“Dengan menggabungkan dukungan finansial dan semangat volunteerism para partners, kami berharap dapat memperluas dampak kami dan memberikan kontribusi positif bagi komunitas yang dengan bangga kami layani,” tambahnya.

Di lapangan, kebutuhan tiap komunitas diterjemahkan ke dalam program yang berbeda. GERKATIN akan memperkuat dukungan kesehatan mental berbasis komunitas bagi 50 anggota komunitas Tuli di Jakarta dan Aceh melalui sumber daya Psychological First Aid, pelatihan pemimpin komunitas, serta kolaborasi dengan tenaga profesional.

Sementara itu, ISCO menyasar anak muda dari kelompok rentan di Jakarta, Medan, dan Surabaya melalui pelatihan kesiapan kerja, literasi keuangan, dan kewirausahaan.

Program tersebut melanjutkan pengalaman Youth Arise, yang sebelumnya telah membekali 346 generasi muda dengan keterampilan praktis, termasuk mengembangkan ide bisnis dan mengelola usaha kuliner.

“Perubahan yang paling bermakna adalah melihat generasi muda ini memperoleh kepercayaan diri untuk mengambil inisiatif dan mengejar peluang baru,” kata Julinda Dewi Simbolon, Executive Director ISCO Foundation.

Adapun PJI akan menjangkau 460 siswa di Indonesia dengan pengalaman kewirausahaan praktis untuk membangun kepercayaan diri, membuka peluang pendapatan, dan mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja.

Secara global, GCIG telah menyalurkan lebih dari US$15 juta melalui lebih dari 400 hibah di 62 pasar sejak diluncurkan pada 2022. Pada 2026, Starbucks Foundation memberikan lebih dari US$1 juta kepada lebih dari 55 organisasi di 45 pasar.

“Organisasi-organisasi yang kami dukung melalui Global Community Impact Grants menjawab berbagai kebutuhan yang paling mendesak di komunitas lokal kami,” ujar Brady Brewer, CEO, International at Starbucks dan President of The Starbucks Foundation.

Bagi Starbucks, model ini memperlihatkan bahwa perubahan sosial dapat tumbuh ketika perusahaan, organisasi lokal, relawan, dan komunitas bergerak dalam tujuan yang sama dengan kebutuhan masyarakat sebagai titik awalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *