Galeri Indonesia Kaya Hadirkan Fragmen Musikal Payung Fantasi dalam Perayaan HUT ke-13
Freemagz.id – Selama ini, jurnalis terbiasa berada di balik layar untuk meliput pertunjukan, mewawancarai seniman, dan menyampaikan cerita kepada publik. Namun, dalam perayaan ulang tahun ke-13 Galeri Indonesia Kaya (GIK), 15 jurnalis mendapat kesempatan untuk merasakan pengalaman berbeda: menjadi bagian dari pertunjukan musikal dan menghidupkan kisah komponis legendaris Indonesia, Ismail Marzuki.
Pengalaman tersebut diwujudkan melalui Fragmen Musikal Payung Fantasi oleh Musikal Jurnalis, yang dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada 17 Oktober 2026. Program ini menjadi debut Musikal Jurnalis sekaligus kelanjutan dari Wayang Jurnalis yang digelar pada 10 Oktober lalu.

Selama sekitar 60 menit, para peserta membawakan kisah perjalanan Ismail Marzuki melalui dialog, musik, dan gerak. Cerita menelusuri kecintaannya terhadap musik, perjalanan karier bersama Orkes Lief Java, kisah cintanya dengan Eulis, hingga perannya menyuarakan semangat kemerdekaan melalui lagu-lagu ciptaan yang tetap dikenal lintas generasi.
Pertunjukan ini diadaptasi dari Serial Musikal Payung Fantasi di kanal YouTube Indonesia Kaya. Sejumlah lagu yang dibawakan meliputi Payung Fantasi, Pasar Gambir, Dari Mana Datangnya Asmara, Halo-Halo Bandung, dan Indonesia Pusaka. Pementasan juga menghadirkan Matahari Terbit, lagu orisinal serial tersebut karya Ivan Tangkulung.
Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa keterlibatan jurnalis sebagai penampil diharapkan dapat mempererat hubungan mereka dengan seni pertunjukan Indonesia. “Jika selama ini mereka berperan di balik layar untuk meliput dan menceritakan sebuah pertunjukan, kali ini mereka berkesempatan menjadi bagian langsung dari proses kreatifnya,” ujar Renitasari.
Untuk mempersiapkan pementasan, para jurnalis menjalani 12 pertemuan latihan intensif bersama Pasha Prakasa sebagai sutradara, Dani Dumadi sebagai penata vokal, dan Hazim Suhadi sebagai pianis. Mereka mempelajari pengembangan karakter, penghayatan cerita, serta penyampaian emosi melalui musik dan gerak panggung.
Pasha, yang memiliki pengalaman di dunia musikal Indonesia dan mancanegara, menilai proses tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk keluar dari rutinitas profesional mereka dan mencoba medium ekspresi baru. “Semangat belajar, keterbukaan untuk mencoba hal baru, dan kerja sama yang ditunjukkan menjadi bagian yang sangat menyenangkan dari proses ini,” kata Pasha.

Enam peserta program Intensif Musikal Budaya turut terlibat dalam pementasan, mempertemukan para jurnalis dan talenta seni dalam satu proses kreatif.
Selain Musikal Jurnalis, perayaan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya mencakup Di Bawah Bulan Utara, Menanggung Dua Panggung pada 23–24 Oktober, serta Bahasa Persatoean oleh Titimangsa pada 31 Oktober 2026.
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah mencatat lebih dari satu juta kunjungan, menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan, dan melibatkan lebih dari 2.000 pekerja seni.
Melalui program-program tersebut, GIK terus membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan seni dan budaya Indonesia dengan pendekatan yang relevan bagi lintas generasi.

