News

Thailand Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Indonesia, 15 Institusi Hadir di Jakarta

Freemmagz.id – Pilihan kuliah di luar negeri kini tak lagi identik dengan Eropa, Amerika Serikat, atau Australia. Thailand perlahan muncul sebagai alternatif pendidikan internasional yang dekat secara geografis, relatif terjangkau, sekaligus menawarkan beragam program akademik.

Momentum itu terlihat dalam Business Delegation for Education Services in Indonesia 2026 yang berlangsung di The Westin Jakarta, 18–20 Agustus 2026. Sebanyak 15 universitas dan institusi pendidikan Thailand hadir untuk membuka percakapan baru dengan pelajar, orang tua, agen pendidikan, hingga perguruan tinggi Indonesia.

Agenda ini juga berlangsung di tengah meningkatnya minat mahasiswa Indonesia melanjutkan studi ke Thailand. Data PPI Dunia mencatat 1.155 mahasiswa Indonesia belajar di Thailand hingga 2025.

Dibuka Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang promosi kampus. Ada agenda yang lebih luas: membangun koneksi antarinstitusi, membuka peluang pertukaran pelajar, serta menjajaki kemitraan akademik yang dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang.

Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang terjalin antara institusi pendidikan di Thailand dan Indonesia, sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas di Thailand,” ujar Prapan Disyatat.

Direktur Thai Trade Center Jakarta, Mrs. Hataichanok Sivara, melihat pendidikan sebagai medium yang dapat memperkuat hubungan kedua negara dari level yang lebih dekat dengan masyarakat. “Program ini menjadi wadah untuk mempertemukan institusi pendidikan, agen pendidikan, dan calon mahasiswa, sekaligus membuka lebih banyak peluang untuk kolaborasi dan pertukaran akademik antara kedua negara,” katanya.

Menariknya, 15 institusi yang hadir membawa spektrum pilihan yang cukup lebar. Bangkok University menawarkan bidang bisnis, komunikasi, industri kreatif, dan inovasi. KMUTNB dan KMUTT memperkuat sektor teknik, sains, teknologi, serta inovasi industri. Sementara Prince of Songkla University, Siam University, hingga University of the Thai Chamber of Commerce menawarkan pilihan mulai dari kesehatan, sustainability, bisnis, hingga international business.

Bagi calon mahasiswa Indonesia, daya tarik Thailand juga terletak pada kombinasi biaya, jarak, dan lingkungan belajar multikultural. Namun, nilai terbesar dari pameran ini justru kesempatan mendapatkan informasi langsung dari institusi, sehingga calon mahasiswa dapat membandingkan program, lingkungan akademik, dan peluang kolaborasi sebelum menentukan pilihan.

Rangkaian acara dibagi dalam tiga agenda. 18 Agustus difokuskan pada Business Matching untuk kalangan profesional dan institusi pendidikan. 19 Agustus menjadi Education Expo yang terbuka gratis bagi masyarakat. Sementara 20 Agustus, delegasi Thailand dijadwalkan mengunjungi Prasetiya Mulya University dan Universitas Pelita Harapan.

Di tengah semakin terhubungnya ekosistem pendidikan ASEAN, langkah Thailand ini menunjukkan bahwa persaingan pendidikan internasional bukan hanya soal merekrut mahasiswa. Lebih jauh, ini tentang membangun jejaring talenta, pengetahuan, dan institusi yang dapat bertahan melampaui satu periode pameran.

Dengan demikian, kuliah di Thailand bukan sekadar pilihan “dekat dari rumah”, tetapi mulai diposisikan sebagai bagian dari peluang pendidikan global yang tumbuh di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *