Negroni Week 2026: Menelusuri Pesona Cocktail Klasik di Balik Kultur Bar Modern
Freemagz.id – Ada cocktail yang bertahan karena resepnya, ada pula yang terus hidup karena kemampuannya beradaptasi. Negroni berada di antara keduanya. Karakter pahit, manis, dan aromatik yang menjadi identitasnya membuat cocktail klasik asal Italia ini tetap relevan di tengah perkembangan kultur bar modern.

Semangat itulah yang kembali dibawa Negroni Week 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-14, perayaan global ini berlangsung pada 21–27 September 2026, melibatkan bar, bartender, dan pencinta cocktail di berbagai negara. Namun, Negroni Week bukan semata perayaan minuman klasik. Program ini juga memiliki dimensi sosial melalui inisiatif amal global bersama Slow Food.
Di Indonesia, perayaan dimulai lebih awal melalui Opening Event yang digelar Campari di Osteria GIA Plaza Indonesia, Jakarta, pada 18 September 2026. Momentum tersebut menjadi pembuka menuju rangkaian agenda nasional yang tahun ini melibatkan hampir 400 outlet.

Salah satu daya tarik pembukaan adalah Bar Takeover bersama Melvin dari Bar Trigona, Kuala Lumpur. Para tamu tidak hanya dapat mencicipi interpretasi Negroni, tetapi juga diajak melihat lebih dekat teknik dan proses di balik penyajiannya melalui DIY Cocktail Cart.
Pilihan Osteria GIA pun bukan tanpa konteks. Venue ini telah memiliki program The Negroni Club, yang berlangsung setiap Jumat dan Sabtu di Osteria GIA Plaza Indonesia, PIM 2, dan Pacific Place. Artinya, eksplorasi terhadap Negroni memiliki ruang untuk berlanjut bahkan setelah pekan perayaan berakhir.

Eksplorasi lintas negara kemudian bergerak ke Hats Bar melalui kolaborasi dengan Samyap dari Cabinet 8, Kuala Lumpur. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum Hats Bar setelah memperoleh Campari One To Watch Award 2026, yang memperlihatkan bagaimana talenta bar Asia Tenggara semakin terhubung melalui pertukaran ide dan kreativitas.
Di tingkat nasional, hampir 400 outlet menghadirkan pendekatan masing-masing terhadap Negroni, mulai dari interpretasi cocktail hingga menu dan pengalaman khusus bagi tamu. Variasi tersebut memperlihatkan satu hal: resep klasik tidak selalu harus berhenti pada bentuk aslinya.

Pada akhirnya, Negroni Week 2026 menjadi pertemuan antara tradisi dan eksperimen. Bartender membawa teknik dan perspektif baru, venue menciptakan pengalaman yang berbeda, sementara konsumen menjadi bagian dari kultur yang terus berkembang.
Di tengah tren cocktail yang semakin dinamis, Negroni tetap menemukan relevansinya dengan cara yang sederhana: mempertahankan karakter klasik, sekaligus memberi ruang bagi interpretasi baru.

