Dari Sampah Menjadi Karya Seni, ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Pameran Re-make
Freemagz.id – Bagaimana jika material yang selama ini dianggap tidak berguna justru memiliki kehidupan kedua melalui seni? Karton telur, botol plastik, kain perca, hingga tutup botol bekas dapat berubah menjadi medium ekspresi yang menghadirkan perspektif baru tentang kreativitas dan keberlanjutan. Gagasan inilah yang diangkat ARTOTEL Sanur Bali melalui pameran seni kelompok bertajuk Re-make: The Art of Befriending Trash.
Berkolaborasi dengan Rupa Bali melalui ARTSPACE, pameran yang berlangsung pada 30 Oktober 2026 hingga 5 Januari 2027 ini mempertemukan seniman dari Bali dan Jakarta untuk mengeksplorasi potensi material sisa menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika sekaligus pesan lingkungan.

Empat kelompok seniman turut berpartisipasi, yakni I Made Putra Indrawan (Awan), Ni Wayan Penawati, Siji, serta kolaborasi Anastasia Audrey dan Fahrid. Masing-masing menghadirkan pendekatan artistik berbeda dalam mengolah material yang kerap terabaikan.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Monolog karya Awan. Menggunakan sekitar 420 karton telur, lem putih, dan botol plastik bekas, ia menciptakan patung monumental yang tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga mengajak pengunjung berinteraksi dan merefleksikan kehidupan.
Sementara itu, Ni Wayan Penawati mengolah kain perca menjadi karya yang terinspirasi dari kehidupan perempuan Bali. Melalui hubungan antara busana, tradisi, dan keseharian, ia memperlihatkan bagaimana material sisa dapat menyimpan cerita tentang identitas budaya.
Eksplorasi berbeda hadir melalui karya Siji yang memanfaatkan sisa produksi, material cacat, dan stok tidak terpakai menjadi instalasi serta karya busana. Pendekatan ini menyoroti pola konsumsi manusia dan bagaimana industri menghasilkan material yang sering kali berakhir sebagai limbah.
Adapun Anastasia Audrey dan Fahrid mengangkat persoalan pencemaran laut melalui karya kolaboratif berbahan plastik bekas. Menggunakan visual dunia bawah laut, keduanya mengajak pengunjung melihat lebih dekat dampak sampah plastik terhadap ekosistem dan masa depan lingkungan.

Bagi ARTOTEL Sanur Bali, seni menjadi medium untuk memperluas percakapan mengenai keberlanjutan. “Kami bangga dapat menghadirkan pameran yang mengangkat isu keberlanjutan melalui seni. Bagi kami, seni tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan dan meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan,” ujar Agus Ade Surya Wirawan, General Manager ARTOTEL Sanur Bali.
Melalui Re-make: The Art of Befriending Trash, pengunjung diajak mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang harus disingkirkan menjadi material yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan.
Pameran ini terbuka untuk umum di ARTSPACE, ARTOTEL Sanur Bali, hingga 5 Januari 2027. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui +62 821 4647 5820.

