Kemenparekraf Lakukan Sosialisasi Panduan Komunikasi Krisis kepada Media di Kota Malang
Freemagz.id – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf ) menguatkan sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya untuk menangani berbagi isu kritis yang berkaitan langsung dengang sektor pariswisata. Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani mengatakan sinergi itu dilakukan dalam upaya untuk melakukan kosmunikasi strategi guna membantu mengurangi dampak negatif ketika terjadi krisis pada sektor pariwisata.
Kolaborasi dan komunikasi yang intens serta terpadu antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak potensi daerah maupun memajukan berbagai sektor lainnya. Tak terkecuali dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang menjadi faktor penting di era sekarang.Selain itu, kerja sama yang baik dengan media massa juga menjadi penentu sehingga apa yang dihasilkan atau diprogramkan pemerintah diketahui oleh publik. Bersama media, pemerintah juga dapat menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat hingga meluruskan isu negatif yang sewaktu-waktu bisa muncul.

Beberapa hal itu yang disampaikan Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) I Gusti Ayu Dwi Hendriyani dalam acara Sosialisasi Panduan Komunikasi Krisis Kepada Media. Menurutnya, pemerintah harus bermitra dengan awak media karena arus informasi saat ini sangat cepat dan berkembang pesat. Apa yang terjadi di daerah dalam hitungan detik pasti akan diketahui pemerintah pusat. “Di sinilah peran pemerintah daerah atau para pihak terkait yang ada di daerah untuk memberi jawaban atau klarifikasi agar publik mengetahui fakta sebenarnya,” imbuh Ayu.
Dari semua itu, berbagai potensi wisata, khususnya kuliner, wisata event dan wisata buatan terpublikasi dengan maksimal. Seperti halnya yang terbaru Kampung Kayutangan Heritage yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara,” urai Lita. Ditambahkan perempuan berhijab itu, Kampung Kayutangan Heritage juga masuk dalam 75 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 yang diberikan oleh Kemenparekraf. Kampung Kayutangan juga masuk dalam lima besar kampung digital kreatif. “Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang, dan dari prestasi itu tak lepas dari peran media,” jelas Lita.

Kota Malang memang tidak memiliki destinasi wisata alam, sehingga untuk menarik wisatawan kita mengoptimalkan potensi yang ada. Seperti kuliner, wisata event, dan wisata buatan. Apa yang kami lakukan cukup efektif dan kunjungan wisata meningkat signifikan. Tahun 2022 wisatawan nusantara sebanyak 2.749.783, mancanegara 8.455. Hingga September 2023, kunjungan wisatawan nusantara 1.866.116 dan mancanegara 37.400,” pungkas Lita.
Hasilnya terlihat kegiatan pariwisata telah berjalan normal, bahkan di hari biasa. Banyak wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke kawasan Bromo, melihat berbagai atraksi menarik. Mulai dari pemandangan matahari terbit di Bukit Prau, King Kong maupun Pananjakan, wisata berkuda menuju kawah atau sekedar berkeliling di kaki Gunung Bromo, dan berfoto cantik di kawasan Bukit Teletubbies. Bahkan wisatawan Mancanegara juga banyak yang bertandang, mulai dari wisatawan dari Tiongkok, Thailand, Perancis dan masih banyak lagi.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiata sosialisasi sebelumnya di Jawa Barat dan Bali, dan akan mencakup di seluruh provinsi di Indonesia, baik secara daring, luring maupun hybrid. “Kemenparekraf memiliki Pusat Pengaduan yang hasilnya dapat menciptakan memiliki kesatuan informasi secara terpadu baik di pusat dan di daerah memiliki Informasi sama, “ ujar I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

