Misi Besar Mario Aji dan Veda Ega di Mandalika, Membawa Indonesia Makin Mendunia
Freemagz.id – Atmosfer menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mulai terasa jauh sebelum lampu start menyala di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Semangat itu terlihat dalam rangkaian Homecoming Tour yang menghadirkan dua pebalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, di Jakarta.
Mengusung tema “Semangat Indonesia Mendunia Bersama Pertamina”, kegiatan yang digelar PT Pertamina (Persero) bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC ini menjadi ajang temu antara pebalap nasional dengan para penggemar, media, dan komunitas otomotif.
Acara berlangsung di Hotel ARTOTEL Senayan dan Anjungan Sarinah, disertai konvoi melintasi Bundaran Semanggi hingga kawasan Sudirman yang menyedot perhatian masyarakat.

Suasana semakin semarak ketika grup musik RAN tampil menghibur para pengunjung. Kehadiran dua pebalap yang akan membawa Merah Putih di ajang balap dunia itu disambut antusias, mencerminkan besarnya harapan publik terhadap kiprah pembalap Indonesia di level internasional.
Mario Suryo Aji mengaku momen bertemu langsung dengan pendukung di Tanah Air menjadi suntikan motivasi menjelang balapan di Mandalika. “Saya senang bisa bertemu langsung dengan para penggemar di Indonesia. Dukungan mereka tentu menjadi energi tambahan bagi saya saat tampil di hadapan publik sendiri,” ujar Mario.
Hal serupa disampaikan Veda Ega Pratama. Pebalap muda yang akan berlaga di kelas Moto3 itu mengaku bangga mendapat kesempatan tampil sebagai tuan rumah di hadapan masyarakat Indonesia.
“Saya bangga bisa balapan di Mandalika sebagai tuan rumah. Saya dan Mas Mario pasti akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Saya sudah tidak sabar merasakan atmosfer balapan di depan para pendukung sendiri. Semoga masyarakat Indonesia bisa memenuhi tribun sirkuit dan memberikan dukungan langsung kepada kami,” kata Veda.
Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menilai kehadiran Mario dan Veda menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu menyelenggarakan ajang balap bertaraf internasional, tetapi juga mulai melahirkan pebalap yang mampu bersaing di level dunia.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan sebuah event yang mampu menciptakan multiplier effect yang besar sekaligus menunjukkan kapasitas kita dalam menggelar event berkelas internasional. Event ini juga dapat menjadi panggung bagi talenta-talenta unggulan tanah air untuk tampil dan menunjukkan prestasinya,” ujar Troy.

Ia menambahkan, MotoGP tahun ini memiliki makna lebih karena menghadirkan pebalap Indonesia di hadapan publik sendiri. “Dukungan masyarakat dari tribun akan menjadi energi tersendiri bagi para local heroes yang membawa nama Indonesia semakin mendunia. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir di Mandalika dan memberikan dukungan terbaik,” imbuhnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan sekadar menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan motorsport nasional.
“Pertamina berharap ajang ini dapat membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak talenta muda, memperkuat ekosistem motorsport nasional, sekaligus membangun kebanggaan Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Senada, Ketua Komisi Safety Sepeda Motor IMI Pusat, Ahmad Jayadi, menilai Mario Aji dan Veda Ega merupakan aset penting bagi masa depan balap motor Indonesia. Menurutnya, dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar pembinaan atlet dan perkembangan ekosistem otomotif nasional terus berlanjut.
“Semoga kehadiran mereka dapat menjadi inspirasi dan faktor penting dalam meningkatkan iklim olahraga otomotif di Indonesia. Untuk itu, diperlukan dukungan semua pihak agar semua hal positif ini dapat terwujud,” tutur Ahmad.

