Techno

Infinix Soroti Kisah Pekerja Malam Lewat Film Terekam Dalam Gelap

Freemagz.id – Ketika sebagian besar orang mengakhiri aktivitas dan beristirahat, ada jutaan pekerja yang justru memulai hari mereka. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas keamanan, pedagang pasar, hingga nelayan, mereka memastikan berbagai layanan tetap berjalan tanpa henti.

Namun, di balik peran penting tersebut, kisah mereka masih jarang mendapat ruang dalam narasi kehidupan sehari-hari.

Melihat realitas itu, Infinix meluncurkan film pendek Terekam Dalam Gelap, sebuah karya yang mengangkat kehidupan para Pejuang Malam sekaligus menjadi bagian dari gerakan untuk menghadirkan apresiasi kepada mereka yang bekerja ketika sebagian besar masyarakat tertidur.

Film yang disutradarai Kevin Rahardjo, dibintangi Faradina Mufti sebagai Anya, seorang jurnalis foto yang awalnya memandang malam sebagai ruang yang penuh ketidakpastian. Dalam proses peliputannya, Anya justru menemukan sisi lain kehidupan malam orang-orang yang bekerja dalam senyap demi menjaga roda kehidupan tetap berputar.

Menurut Kevin Rahardjo, perubahan cara pandang itulah yang ingin disampaikan melalui film tersebut. “Kami sengaja mengajak penonton memasuki malam melalui sudut pandang Anya. Di awal, malam terasa penuh ketidakpastian dan membuat kita terus bertanya-tanya. 

Namun, seiring cerita berjalan, kami ingin menunjukkan bahwa yang sebenarnya selama ini tersembunyi bukanlah ancaman, melainkan orang-orang yang bekerja tanpa pernah benar-benar kita lihat. Perubahan perspektif ini yang menjadi inti dari Terekam Dalam Gelap,” ujar Kevin.

Di balik proses produksinya, Infinix juga memanfaatkan kemampuan kamera Infinix NOTE 60 Pro. Seluruh foto dokumentasi yang muncul sepanjang film diambil menggunakan kamera 50MP OIS Night Master Camera, yang dirancang untuk menghasilkan gambar tetap tajam dan stabil pada kondisi minim cahaya.

Country Manager Infinix Indonesia, Tommy Xiong, mengatakan teknologi seharusnya tidak hanya berfungsi menghasilkan gambar berkualitas, tetapi juga mampu membantu menghadirkan cerita yang selama ini luput dari perhatian.

“Melalui NOTE 60 Pro, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi kamera bukan hanya soal menghasilkan foto yang lebih tajam. Nilainya muncul ketika teknologi mampu membantu lebih banyak orang melihat, memahami, dan mengapresiasi mereka yang selama ini bekerja di balik malam. Jika teknologi bisa membuat cerita-cerita itu lebih terlihat, di situlah teknologi memiliki arti,” kata Tommy.

Lebih dari sekadar peluncuran film, Infinix juga memperkenalkan gerakan Shutter Currency, sebuah inisiatif yang memberikan apresiasi kepada para pekerja malam yang kisahnya didokumentasikan.

Melalui program ini, subjek dokumentasi tidak hanya menjadi bagian dari sebuah karya jurnalistik atau visual, tetapi juga memperoleh penghargaan atas kontribusi mereka dalam menghadirkan cerita yang menginspirasi.

Sebagai kelanjutan gerakan tersebut, Infinix membuka Kompetisi Jurnalis Nasional yang mengajak 50 jurnalis dari berbagai daerah untuk mendokumentasikan kehidupan para Pejuang Malam menggunakan Infinix NOTE 60 Pro.

Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui Citizen Journalism Competition dengan mengunggah video singkat di Instagram Reels bertema pekerja malam menggunakan tagar #TerekamDalamGelap.

Tommy berharap gerakan ini dapat terus berkembang melalui partisipasi berbagai kalangan, tidak berhenti hanya sebagai sebuah film. “Kami berharap Terekam Dalam Gelap tidak berhenti ketika filmnya selesai ditonton. Kami ingin gerakan ini terus hidup melalui karya para jurnalis, kreator, dan masyarakat yang ikut mendokumentasikan kehidupan para Pejuang Malam. Semakin banyak cerita yang terekam, semakin banyak pula apresiasi yang bisa kita berikan kepada mereka yang selama ini bekerja tanpa banyak terlihat,” tutup Tommy.

Pendaftaran dilakukan melalui situs https://terekamdalamgelap.com/, dengan mengunggah dokumen administrasi, portofolio karya jurnalistik, serta story pitch bertema Pejuang Malam. Seluruh pendaftar akan melalui proses verifikasi administrasi dan seleksi proposal sebelum ditetapkan 50 finalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *