POND’S Perkenalkan Konsep “Real Glow” Berbasis Sains untuk Kulit Perempuan Indonesia
Freemagz.id – Keinginan perempuan Indonesia terhadap kulit sehat kini mengalami pergeseran. Jika dulu kulit putih kerap menjadi standar kecantikan, kini semakin banyak yang menginginkan kulit sehat dengan pancaran alami atau glowing.
Perubahan preferensi ini turut mendorong inovasi di industri perawatan kulit. Salah satunya ditunjukkan POND’S melalui partisipasinya dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) yang berlangsung di Yogyakarta pada 6–8 Agustus 2026.

Forum ilmiah yang dihadiri lebih dari 2.000 tenaga medis tersebut menjadi ajang bagi POND’S memperkenalkan pendekatan berbasis sains terhadap kebutuhan kulit perempuan Indonesia.
Dalam sesi ilmiah bertajuk Asian Skin Biology & Aging: Genetics, Barrier Changes & Pathways to Prevention, pakar genetika dan dermatologi asal Belanda, Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D., menjelaskan bahwa karakter biologis kulit Asia memiliki tantangan yang berbeda dibanding ras lainnya.
“Kulit wajah perempuan Asia, termasuk Indonesia, cenderung memiliki kandungan melanin yang lebih tinggi. Kondisi ini memang membantu memperlambat munculnya tanda penuaan, tetapi di sisi lain juga membuat kulit lebih rentan mengalami masalah pigmentasi seperti noda hitam, bekas jerawat, dan warna kulit tidak merata,” ujar Prof. Maurice.

Ia menambahkan bahwa paparan sinar ultraviolet, polusi, dan stres oksidatif dapat memperburuk kondisi tersebut dengan mengganggu keseimbangan biologis kulit. Dampaknya tidak hanya terlihat pada munculnya hiperpigmentasi, tetapi juga berkurangnya pancaran alami kulit yang sehat.
Berangkat dari pemahaman tersebut, POND’S memperkenalkan konsep “Real Glow”, yaitu kondisi kulit yang tampak bercahaya karena didukung kesehatan kulit dari dalam, bukan sekadar efek kosmetik di permukaan.
Menurut Matthew Seal, M.Sc., Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, inovasi tersebut diwujudkan melalui POND’S Bright Miracle yang mengusung teknologi Niasorcinol™.
“Kami percaya inovasi terbaik lahir dari perpaduan antara sains dan pemahaman terhadap karakteristik kulit perempuan Indonesia. Teknologi Niasorcinol™ dikembangkan melalui riset selama 15 tahun untuk membantu proses regenerasi kulit sekaligus mengatasi penumpukan melanin secara lebih efektif,” jelas Matthew.

Teknologi tersebut mengombinasikan Niacinamide (Vitamin B3) dan E-Resorcinol yang bekerja melalui berbagai jalur biologis untuk membantu menghambat pembentukan sekaligus perpindahan melanin pada lapisan epidermis.
Berdasarkan uji in vitro, teknologi ini diklaim mampu mengurangi melanin berlebih hingga 100 kali lebih efektif dibanding parameter penelitian yang digunakan, sementara uji klinis selama delapan minggu menunjukkan penurunan kulit kusam hingga 20 persen dan noda hitam hingga 30 persen, dengan perubahan mulai terlihat sejak tiga hari pertama penggunaan.
Melalui kolaborasi bersama komunitas dermatologi di PIT XXI PERDOSKI, POND’S berharap pendekatan berbasis riset dapat membantu masyarakat memahami bahwa perawatan kulit ideal bukan hanya mengejar tampilan cerah, tetapi juga menjaga kesehatan biologis kulit agar mampu memancarkan real glow secara alami.

