IHCBS 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Transformasi SDM di Era AI
Freemagz.id – Perubahan dunia kerja yang dipicu kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi membuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia tak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor pun menjadi semakin penting untuk memastikan transformasi teknologi tetap berorientasi pada manusia sekaligus menghasilkan dampak yang terukur.
Semangat tersebut menjadi fokus Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 yang akan berlangsung pada 15–16 September 2026 di NICE, PIK 2. Menjelang pelaksanaannya, IHCBS menggelar Media Day di Wayang Bistro, Jakarta, untuk memperkenalkan agenda sekaligus membuka diskusi mengenai masa depan human capital Indonesia.

Dalam talkshow bertajuk “Kolaborasi untuk Produktivitas: Dari Gerakan IHCBS Menuju Dampak Nyata”, Chairman Steering Committee GNIK sekaligus Ketua Umum PPIK, Dr. Ir. Yunus Triyonggo, MM., CAHRI, menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, media, dan komunitas profesional.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi IHCBS yang sepanjang perjalanannya telah menjangkau lebih dari 300.000 SDM melalui kegiatan, komunitas, kanal pembelajaran, dan berbagai inisiatif lintas ekosistem. Bagi IHCBS, perluasan akses pengetahuan dan pertukaran praktik baik menjadi bagian penting untuk membawa gagasan menuju aksi nyata.
Perspektif serupa turut disampaikan Suwardi Luis, CEO One GML sekaligus Founder of QuBisa. Menurutnya, transformasi SDM membutuhkan pembelajaran yang relevan dengan perubahan dunia kerja, sementara media memiliki peran dalam memperluas akses terhadap gagasan dan praktik tersebut.

Dari sisi media, Cipta Wahyana, Managing Director Kontan News, turut melihat pentingnya komunikasi dalam membangun kesadaran terhadap perubahan. Dialog antara industri dan media dinilai dapat membantu memastikan isu human capital tidak berhenti menjadi wacana, tetapi terus mendapat perhatian publik.
Media Day juga memperkenalkan buku Future-Ready Workforce: Insights from Human Capital Leaders on the Future of HR and the Indonesian Workplace in the AI Era. Buku yang lahir dari perjalanan IHCBS 2025 ini menggarisbawahi bahwa kesiapan menghadapi masa depan bukan semata kemampuan menggunakan teknologi. SDM juga dituntut adaptif, memiliki kemauan belajar, mampu berkolaborasi dengan teknologi, serta memiliki empati dan ketahanan menghadapi perubahan.
IHCBS 2026 menargetkan lebih dari 6.000 ecosystem leaders dan menghadirkan lebih dari 70 pembicara. Agenda mencakup Mega Session, Talk Show, AI & Digitalization Zone, Benchmark Visit, Exhibition Booth, hingga exclusive networking.
Tahun ini, IHCBS juga menambahkan track kedelapan dalam Power Tracks melalui kolaborasi dengan Maxwell Leadership Indonesia.

Sejumlah tokoh yang dijadwalkan mengisi Mega Session antara lain Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, serta para pemimpin bisnis dan human capital dari tingkat nasional hingga global.
Melalui pendekatan human-centric transformation dan measurable productivity, IHCBS 2026 ingin membawa percakapan tentang masa depan SDM ke tahap berikutnya, menjadikan kolaborasi sebagai aksi, teknologi sebagai enabler, dan peningkatan produktivitas sebagai hasil yang dapat diukur.

