Pepsodent Bawa Paradigma Baru Kesehatan Microbiome Mulut di KPPIKG 2026
Freemagz.id – Selama ini, ukuran sederhana seperti gigi terasa bersih, napas lebih segar, atau tidak terlihatnya plak kerap dianggap sebagai tanda kesehatan mulut. Namun, ilmu kedokteran gigi kini melihat persoalan tersebut dari sudut yang lebih luas, kesehatan rongga mulut juga berkaitan dengan keseimbangan komunitas mikroorganisme yang hidup di dalamnya atau microbiome.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan di Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada 13–15 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.
Mengusung tema “Shaping the Future of Global Oral Health: Translating Science, Technology, and Humanity”, forum tiga tahunan ini mempertemukan praktisi, akademisi, dan pakar kedokteran gigi untuk membahas perkembangan ilmu serta teknologi terbaru.

Salah satu sesi yang menarik perhatian datang dari Dr. Praveen Sharma, Associate Professor dan Honorary Consultant in Restorative Dentistry di University of Birmingham. Dalam sesi bertajuk “A Balanced Oral Microbiome: The Foundation of Good Oral Health”, ia menyoroti pentingnya melihat bakteri dalam rongga mulut bukan semata sebagai sesuatu yang harus dibasmi.
“Selama ini masyarakat sering menganggap semua bakteri di dalam rongga mulut harus dihilangkan. Padahal, yang lebih penting adalah menjaga keseimbangan komunitas mikroorganisme tersebut. Ketika keseimbangan terganggu atau terjadi dysbiosis, kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan mulut,” ujar Dr. Praveen.
Pandangan ini menggeser fokus perawatan dari sekadar menciptakan sensasi bersih menjadi upaya mempertahankan ekosistem oral yang sehat.

Penelitian Dr. Praveen sendiri mencakup subgingival microbiome serta hubungan antara penyakit periodontal dan kondisi sistemik, memperlihatkan semakin luasnya perhatian ilmiah terhadap hubungan kesehatan mulut dan tubuh.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pepsodent untuk memperkenalkan Pepsodent Pro.Care, produk yang menurut perusahaan menggunakan teknologi Microbiome Active. Esperansa Hidayat, Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia, mengatakan inovasi ini dikembangkan dengan pendekatan yang berupaya mendukung keseimbangan microbiome mulut.
“Melalui Pepsodent Pro.Care, kami ingin menghadirkan pendekatan perawatan gigi dan mulut yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga pada pemahaman mengenai keseimbangan microbiome. Inovasi berbasis sains perlu diterjemahkan menjadi solusi yang praktis dan relevan untuk penggunaan sehari-hari,” kata Esperansa.

Bagi Pepsodent, pembahasan di KPPIKG 2026 sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan perkembangan sains kepada komunitas kedokteran gigi. Sementara bagi publik, gagasan tentang microbiome menawarkan cara pandang bar, mulut sehat bukan berarti harus steril, melainkan bagaimana ekosistem di dalamnya tetap berada dalam kondisi yang seimbang.
Dengan pendekatan tersebut, rutinitas perawatan gigi sehari-hari tidak lagi sekadar tentang mengejar sensasi bersih, tetapi juga memahami apa yang terjadi di baliknya.

