19 Tahun Merawat Kulit, Evitderma Memasuki Babak Baru dengan Oligio X dan Cellbooster
Freemagz.id – Memasuki usia ke-19, Evitderma Clinic melihat perkembangan estetika bukan sekadar sebagai perlombaan menghadirkan perangkat terbaru. Bagi klinik yang telah beroperasi sejak 2007 ini, inovasi justru dinilai dari kemampuannya menjawab kebutuhan pasien akan perawatan yang semakin nyaman, terukur, dan tetap mempertahankan tampilan natural.
Momentum tersebut ditandai dengan pengenalan Oligio X, generasi terbaru teknologi Monopolar Radio Frequency (RF), serta Cellbooster, skin booster asal Swiss. Kehadiran keduanya memperluas pilihan perawatan Evitderma sekaligus menegaskan arah klinik dalam menggabungkan teknologi estetika dengan pendekatan medis.

Oligio X menggunakan Monopolar RF 6,78 MHz. Energi RF menghasilkan panas terkontrol pada jaringan kulit yang ditujukan untuk mendukung collagen remodeling dan pembentukan kolagen baru. Teknologi ini juga menawarkan G/X Dual Mode, yang memungkinkan dokter menyesuaikan pendekatan energi sesuai kebutuhan perawatan.
Peningkatan lain terdapat pada sistem pendinginan. Oligio X menggunakan contact gas cooling untuk membantu menjaga permukaan kulit selama penghantaran energi, sehingga aspek kenyamanan menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi tersebut.
“Technology in skin lifting & tightening keeps evolving. Sebagai dokter, saya selalu mencari teknologi yang bisa memberikan hasil optimal dengan kenyamanan yang lebih baik untuk pasien,” ujar dr. Dwindi Saptania, M.Biomed (AAM), Direktur Medis Evitderma Clinic.
Sementara itu, dr. Reeza Edward Y, Sp.D.V.E, dokter spesialis kulit penanggung jawab Evitderma Clinic Pondok Indah, melihat kehadiran Oligio X sebagai kelanjutan dari pengalaman klinik menggunakan teknologi sebelumnya. “Tahun lalu kami memperkenalkan Oligio Monopolar RF, dan sekarang kami memperkenalkan generasi terbaru yaitu Oligio X,” katanya.

Selain Oligio X, Evitderma memperkenalkan Cellbooster dengan tiga varian, Shape, Lift, dan Glow, yang ditujukan untuk kebutuhan kulit berbeda, mulai dari kelembapan dan elastisitas hingga tampilan kulit kusam dan tidak merata.
Bagi dr. Patricia Yuliana Wijaya, MM, M.Biomed (AAM), Ketua PERDESTI DKI Jakarta, perkembangan teknologi estetika perlu tetap ditempatkan dalam kerangka layanan medis yang mengutamakan kebutuhan individual pasien. Sementara Dr. dr. M. Nasser SpKK D.Law turut menyoroti pentingnya aspek medis dan profesionalisme dalam perkembangan layanan estetika.
Di usia ke-19, perjalanan Evitderma akhirnya bukan hanya tentang menambah perangkat baru, tetapi tentang bagaimana inovasi diterjemahkan menjadi pengalaman perawatan yang semakin relevan bagi pasien.

