The Balvenie Menghidupkan Kembali Jejak 1931 Lewat Koleksi Whisky Langka
Freemagz.id – Bagi The Balvenie, waktu bukan sekadar penanda usia, melainkan bagian dari craftsmanship yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kisah tersebut menemukan salah satu bab paling istimewa pada 1931, ketika The Balvenie membuka Home Malt Floor baru. Di tengah situasi industri whisky yang penuh tantangan, langkah ini menjadi bagian penting dari perjalanan distileri dalam mempertahankan tradisi pembuatan whisky secara manual.

Salah satu jejak sejarahnya tersimpan dalam sebuah arsip tulisan tangan bertanggal 5 Maret 1931. Pada hari itu, whisky dimasukkan ke dalam European oak sherry butt dari Jerez, Spanyol, dengan nomor cask #239. Tak ada yang mengetahui bahwa cairan tersebut kelak akan menghabiskan 88 tahun dalam keheningan gudang distileri.
Pada 2019, Malt Master The Balvenie, Kelsey McKechnie, menilai whisky tersebut telah mencapai kematangan yang tepat. Hasilnya adalah The Balvenie Eighty-Eight-Year-Old, ekspresi yang hanya tersedia sebanyak 17 botol di dunia.
McKechnie menggambarkan whisky ini sebagai “sebuah pengalaman sensori yang membangkitkan keheningan damai hutan evergreen”. Aromanya membawa karakter madu, daun mint lembut, buttery fudge, bunga heather, pakis lembap hingga kulit yang telah menua.

Sementara di palate, aromatic oak berpadu dengan creamy toffee, madu, rempah hangat, heather dan nuansa pakis hutan, sebelum ditutup dengan finish panjang dan kering.
“Sesekali, hadir sebuah whisky yang begitu istimewa sehingga berpotensi membentuk masa depan Scotch whisky,” ujar Charles Metcalfe, Global Ambassador The Balvenie. Menurutnya, keberhasilan cask tersebut bertahan sekaligus mencapai kualitas luar biasa menjadi bukti dedikasi para perajin serta perhatian yang diberikan terhadap setiap cask.
Warisan yang Diterjemahkan Menjadi The 1931 Collection : Semangat tersebut kemudian diteruskan melalui The 1931 Collection. Koleksi ini berakar pada Five Rare Crafts The Balvenie, yakni Home-Grown Barley, Traditional Floor Maltings, Cooperage, keterampilan Coppersmith, serta intuisi Malt Master.

Dari fondasi tersebut, McKechnie menghadirkan dua ekspresi limited edition yang memungkinkan lebih banyak penikmat merasakan karakter warisan 1931.
The 1931 Collection Twelve-Year-Old menggunakan 100 persen Home Malted Barley. Whisky ini dimatangkan dalam American oak casks sebelum menjalani finishing dalam ex-Sherry Bodega European oak butts dari Jerez. Profilnya menghadirkan keseimbangan madu dan rempah lembut dengan tekstur kaya dan halus.
Sementara Fifteen-Year-Old dibuat dari 100 persen Home Grown dan Home Malted Barley. Setelah pematangan awal dalam American oak casks, whisky mendapatkan finishing dalam ex-Sherry Bodega European oak butts dari Jerez, menghasilkan karakter kaya, lembut dan bernuansa madu dengan akhir yang manis serta panjang.

Ketika Whisky Bertemu Seni Daniel Arsham : Perjalanan waktu dalam The 1931 Collection turut diterjemahkan melalui kolaborasi dengan seniman Daniel Arsham. Ia merancang pahatan khusus untuk Eighty-Eight-Year-Old dengan pendekatan khasnya terhadap relik, sejarah dan perubahan material.
Pahatan tersebut terdiri dari delapan lapisan yang merepresentasikan delapan dekade, menggunakan perunggu berpatina serta 88 lapisan kayu oak pada bagian belakang. Di pusat karya, terdapat piringan tembaga yang berasal dari still The Balvenie yang sudah tidak digunakan sebuah fragmen nyata dari sejarah distileri.
“Kolaborasi ini menyatukan tema-tema tersebut secara alami; saya ingin menciptakan sesuatu yang terasa kuno sekaligus kontemporer, untuk menjadikan perjalanan waktu terasa nyata,” kata Arsham. Konsep serupa hadir pada decanter kristal tiup tangan Eighty-Eight-Year-Old. Menampilkan The Balvenie Ball yang terinspirasi bentuk copper still, decanter dihiasi ukiran berlapis emas 18 karat.

Koleksi ini kemudian diperkenalkan secara global melalui Frieze Seoul lewat pertunjukan imersif yang disutradarai Arsham. Menggabungkan gerakan tari, suara ambient distileri dan delapan babak meditatif, presentasi tersebut menjadi perwujudan visual dari filosofi The Balvenie: menghormati waktu, material dan keterampilan manusia.
The Balvenie 1931 Collection Eighty-Eight-Year-Old ditujukan bagi klien privat dan kolektor. Sementara Fifteen-Year-Old tersedia mulai September melalui global travel retail, dan Twelve-Year-Old dipasarkan secara terbatas di sejumlah negara.

