Lifestyle

Cuma 800 Unit, G-SHOCK MR-G Terbaru Hadir dengan Sentuhan Platinum

Freemagz.id – Tiga dekade setelah MR-G pertama kali diperkenalkan, G-SHOCK kembali membawa ketangguhan khasnya ke wilayah yang lebih artistik. Melalui MRG-B2100HR, Casio memadukan karakter jam tangan tahan guncangan dengan seni kerajinan logam Jepang dalam sebuah edisi terbatas yang hanya diproduksi 800 unit di seluruh dunia.

Mengambil basis desain MRG-B2100, model terbaru ini mempertahankan siluet bezel oktagonal yang menjadi salah satu karakter kuat G-SHOCK. Namun, wajahnya hadir dengan pendekatan berbeda.

Dial menampilkan pola kisi-kisi tiga dimensi yang terinspirasi teknik kigumi, sementara permukaannya memperoleh sentuhan platinum yang dikerjakan secara khusus.

Konsep desainnya mengusung tema haruka, yang dimaknai sebagai keabadian. Gagasan tersebut diterjemahkan melalui eksplorasi seni lembaran logam (metal leaf) bersama seniman Hiroto Rakusho.

Karya Rakusho menjadi salah satu sumber inspirasi visual sekaligus membawa gagasan tentang keindahan yang mampu bertahan melampaui waktu ke dalam sebuah objek yang dikenakan sehari-hari.

Yang menarik, karakter visual MRG-B2100HR tidak hanya bergantung pada material premium. Casio memanfaatkan teknologi warna struktural dan pemrosesan laser berpresisi tinggi untuk menciptakan tekstur yang menyerupai lembaran logam.

Efeknya membuat warna pada permukaan bezel dan gelang tampak berubah ketika jam dilihat dari sudut berbeda.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana teknik tradisional dapat diterjemahkan melalui teknologi modern tanpa kehilangan karakter materialnya. Bahkan, bezel MRG-B2100HR tersusun dari 27 komponen yang masing-masing dipoles terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi satu kesatuan.

Dari sisi material, Casio menggunakan super-hard alloy COBARION pada bezel serta DAT55G pada gelang. Keduanya dirancang untuk menghadirkan permukaan logam dengan karakter halus sekaligus menunjang ketahanan yang menjadi DNA G-SHOCK.

Peluncuran MRG-B2100HR sekaligus menandai 30 tahun perjalanan MR-G sejak 1996. Selama periode tersebut, lini flagship G-SHOCK ini berkembang dengan pendekatan yang semakin menempatkan material, pengerjaan detail, dan estetika Jepang sebagai bagian penting dari identitasnya.

Lewat MRG-B2100HR, ketangguhan tidak lagi hanya diterjemahkan sebagai kemampuan menghadapi benturan. Ia hadir sebagai pertemuan antara presisi, seni, material, dan waktu empat elemen yang menjadikan sebuah jam tangan bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi juga objek craftsmanship.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *