Lifestyle

Everbest Fall 2026: Warisan Lama, Wajah Baru untuk Gaya Hidup Urban

Freemagz.id – Di tengah gaya hidup urban yang semakin dinamis, kebutuhan terhadap alas kaki dan tas ikut berubah. Produk tidak lagi hanya dituntut terlihat menarik, tetapi juga mampu bergerak mengikuti agenda yang berbeda dalam satu hari. Dari meja kerja hingga makan malam, dari perjalanan bisnis hingga akhir pekan, fleksibilitas menjadi bagian penting dari gaya personal.

Konteks inilah yang menjadi latar babak baru Everbest. Merek alas kaki dan leather goods asal Asia Tenggara tersebut memperkenalkan koleksi Fall 2026 bersamaan dengan pembaruan flagship store di Senayan City, Jakarta. Langkah ini menandai upaya Everbest menerjemahkan pengalaman hampir lima dekade dalam craftsmanship ke dalam bahasa desain yang lebih kontemporer.

Mengejar tren musiman, koleksi terbaru mengedepankan gagasan timeless melalui kampanye “Soft Architecture: The Artistry Inside Everyday Life”. Konsep tersebut mempertemukan struktur dan kelembutan dalam produk yang dirancang untuk kebutuhan profesional urban.

“Seluruh produk yang kami rancang pada koleksi ini berangkat dari pengamatan kami terhadap bagaimana profesional urban menjalani kesehariannya. Ia bisa saja memulai hari dengan rapat dan mengakhirinya dengan makan malam bersama teman,” ujar Celine Yong, Creative Director Everbest.

“Produk kami harus cocok untuk kedua kegiatan dan tetap nyaman sepanjang hari. Di situlah keahlian kami paling berperan,” lanjutnya. Pendekatan tersebut menjadi kelanjutan dari fondasi Everbest yang berawal dari Hong Kong pada era 1960-an.

Pendiri Everbest, Andrew Lam, mempelajari pembuatan sepatu sejak usia muda sebelum memperdalam konstruksi alas kaki di Eropa. Pengalaman tersebut kemudian mempertemukan teknik craftsmanship Eropa dengan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen Asia.

Kini, Everbest telah berkembang dengan lebih dari 60 toko di 30 kota di Indonesia. Di balik transformasi tersebut, generasi berikutnya keluarga Lam turut membawa perspektif baru tanpa melepaskan prinsip dasar yang telah diwariskan. “Sejak kecil, saya selalu mendengar bahwa sepatu harus pas di kaki, awet, dan dibuat tanpa jalan pintas,” kata Ian Lam, Direktur Everbest.

Menurut Ian, prinsip itu tetap menjadi dasar, sementara karakter konsumen terus berkembang. “Para profesional masa kini semakin selektif dan cermat dalam menentukan pilihan. Mereka memiliki ekspektasi produk yang mereka beli dapat menunjang aktivitas mereka sepanjang hari,” ujarnya.

Perubahan kemudian diteruskan ke ruang retail. Flagship store Senayan City menggunakan palet putih hangat, nuansa earth tone, material kayu, serta aksen merah garnet. Penataan produk dibuat lebih terkurasi, sementara karya seni dan area duduk menghadirkan suasana yang lebih menyerupai galeri.

Konsep ini menjadi bagian dari arah baru Everbest yang tidak hanya menyegarkan koleksi, tetapi juga memperhatikan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk.

Melalui Fall 2026 dan pembaruan gerainya, Everbest mencoba mempertemukan warisan craftsmanship, desain timeless, dan kebutuhan keseharian dalam satu pengalaman yang lebih relevan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *