BusinessLifestyle

Kopi Kenangan Perkuat Strategi ESG, Hadirkan Program Barista Hebat untuk Penyandang Disabilitas

Freemagz.id – Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan kini tidak lagi hanya diukur dari peningkatan pendapatan atau ekspansi usaha, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan. Prinsip tersebut menjadi pijakan Kopi Kenangan dalam menjalankan strategi bisnisnya sepanjang 2025.

Perusahaan resmi meluncurkan Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 yang memuat berbagai capaian keberlanjutan selama satu tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, Kopi Kenangan juga memperkenalkan Program Barista Hebat, sebuah inisiatif yang membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas tuli di industri makanan dan minuman.

Peluncuran laporan tersebut dilakukan setelah perusahaan mencatat EBITDA sebesar US$37 juta dan laba bersih US$18 juta sepanjang 2025. Menurut perusahaan, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, mengatakan perusahaan berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar program pendukung.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan bukan hanya tentang memperluas bisnis, tapi harus mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelanggan, karyawan, mitra usaha, hingga masyarakat luas.

Melalui berbagai inisiatif yang sudah kami jalankan sepanjang 2025, kami terus berupaya memastikan bahwa pertumbuhan bisnis Kopi Kenangan berjalan seiring dengan kontribusi positif terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Inneke.

Dalam laporan ESG 2025, perusahaan mencatat seluruh bahan baku utama kini berasal dari pemasok lokal sebagai bentuk dukungan terhadap rantai pasok domestik. Kopi Kenangan juga menyerap 7.521 tenaga kerja, dengan total pembayaran upah mencapai Rp467 miliar selama 2025.

Di bidang lingkungan, perusahaan berhasil mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari tempat pembuangan akhir melalui berbagai program ekonomi sirkular. Selain itu, perusahaan mulai menjalankan langkah dekarbonisasi dengan memetakan emisi karbon operasional dan berhasil menurunkan emisi sebesar 81.672 kilogram CO2e melalui sejumlah inisiatif efisiensi.

Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali untuk mendukung pengembangan sektor hulu kopi. Program tersebut mencakup pelatihan pertanian berkelanjutan bagi petani, inkubasi bisnis bagi anak petani, hingga penyediaan dukungan infrastruktur.

Pada aspek sosial, Kopi Kenangan memperluas fokusnya melalui Program Barista Hebat yang dijalankan bersama Parakerja. Program ini memberikan pelatihan keterampilan barista, pembekalan dunia kerja, hingga pendampingan bagi penyandang disabilitas tuli agar siap berkarier secara profesional di industri food and beverage.

Group Chief People & Culture Kopi Kenangan, Gemini Aryanto, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya kerja yang lebih inklusif.

“Program Barista Hebat merupakan bagian dari upaya Kopi Kenangan untuk membangun lingkungan kerja yang menghargai keberagaman talenta dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkontribusi secara optimal.

Melalui program ini, kami berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang semakin inklusif sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk bertumbuh dan berkarya secara profesional,” kata Gemini.

Melalui strategi ESG dan penguatan inklusi tenaga kerja, Kopi Kenangan menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *