Ajang Seni Bergengsi UOB Painting of the Year Kembali Hadir
Freemagz.id – Di tengah berkembangnya ekosistem seni rupa Indonesia yang semakin dinamis, peluang bagi seniman untuk menembus panggung regional dan global kembali terbuka. Kompetisi UOB Indonesia Painting of the Year (POY) resmi kembali digelar untuk edisi ke-16 di Indonesia, menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang seni paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Lebih dari sekadar kompetisi, UOB POY telah berkembang menjadi platform jangka panjang yang menghubungkan seniman dengan jaringan profesional, kurator, hingga peluang residensi internasional.
Tahun ini, program tersebut kembali mengundang seniman profesional maupun pendatang baru dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi melalui karya orisinal yang dikirimkan secara digital.
Salah satu pembaruan penting tahun ini hadir pada kategori Established Artist atau Seniman Profesional. UOB memperketat dan menyesuaikan kriteria penilaian agar lebih relevan dengan praktik seni kontemporer, termasuk rekam jejak pameran, keterlibatan galeri, penjualan karya, hingga penerimaan grant atau penghargaan seni.
Langkah ini mencerminkan perubahan cara pandang terhadap dunia seni, di mana profesionalisme tidak hanya dilihat dari hasil karya, tetapi juga dari konsistensi dan keterlibatan dalam ekosistem seni yang lebih luas.
Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi, mengatakan bahwa UOB POY kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai jembatan pengembangan karier seniman. “Fokus kami adalah memastikan seniman dapat terus berkembang setelah kompetisi berakhir. Melalui UOB Art Alumni Network, kami menghubungkan mereka dengan peluang di Asia Tenggara hingga panggung global, termasuk pameran, program residensi, dan kolaborasi lintas negara,” ujarnya.
Salah satu alumni yang mendapat sorotan adalah Aurora Arazzi, yang terpilih mengikuti program residensi seni di Paris melalui UOB-NAFA Studios Residency pada 2026.
Selain memperluas akses internasional, UOB juga memperkuat keterlibatan komunitas seni lokal melalui roadshow di Bandung. Kota ini dipilih karena perannya sebagai salah satu pusat kreativitas seni dan budaya di Indonesia, sekaligus ruang dialog antara seniman muda dan praktisi seni senior.
Kompetisi ini akan dinilai oleh figur penting dunia seni Indonesia, termasuk Melati Suryodarmo, Agung Hujatnika, dan Heri Pemad. Pemenang UOB POY 2026 Indonesia akan melaju ke tingkat regional untuk bersaing di ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year, memperluas peluang mereka untuk dikenal di kancah seni internasional.

