Hotel

Konservasi Penyu Jadi Pengalaman Tak Terlupakan bagi Tamu Merusaka Nusa Dua

Freemagz.id – Keindahan pantai Bali tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga rumah bagi berbagai satwa laut yang keberadaannya perlu dijaga. Berangkat dari kesadaran tersebut, Merusaka Nusa Dua kembali menegaskan komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan melalui kegiatan pelepasan 200 bayi penyu atau tukik di pesisir pantai Nusa Dua, Bali.

Program konservasi yang berlangsung bekerja sama dengan Balaram Mangrove – Pulau Pudut Tanjung Benoa itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para tamu. Tidak sekadar menikmati panorama pantai, mereka diajak terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan bersama karyawan hotel dan komunitas konservasi lokal.

Sebanyak 200 tukik dilepas menuju habitat alaminya di Samudra Hindia sebagai bagian dari upaya mendukung kelangsungan populasi penyu yang kini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perubahan habitat hingga aktivitas manusia di kawasan pesisir.

Momen tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut yang berperan besar terhadap keberlanjutan destinasi wisata Bali.

Merusaka Nusa Dua juga membuka kesempatan bagi para tamu untuk berkontribusi melalui donasi sukarela. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada Balaram Mangrove – Pulau Pudut Tanjung Benoa guna mendukung berbagai program pelestarian lingkungan, mulai dari konservasi penyu, rehabilitasi hutan mangrove, edukasi bagi masyarakat, hingga perlindungan kawasan pesisir.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan Merusaka Nusa Dua.

Bagi resor ini, keberlanjutan bukan hanya diwujudkan melalui operasional yang bertanggung jawab, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman menginap yang memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

General Manager Merusaka Nusa Dua, Ian Cameron, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara hotel, tamu, komunitas konservasi, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Di Merusaka Nusa Dua, keberlanjutan bukan sekadar sebuah inisiatif, melainkan tanggung jawab yang menjadi bagian dari setiap aspek operasional kami. Kami sangat bangga dapat berhasil melepas 200 ekor bayi penyu bersama para tamu dan mitra kami, Balaram Mangrove – Pulau Pudut Tanjung Benoa,” ujar Ian Cameron.

Ia menambahkan, kepedulian yang ditunjukkan para peserta melalui donasi menjadi kontribusi penting bagi keberlangsungan berbagai program konservasi.

“Setiap tukik yang dilepas dan setiap kontribusi yang diberikan merupakan harapan bagi masa depan laut kita. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu, karyawan, serta para mitra yang telah berpartisipasi dan menjadikan kegiatan ini berlangsung dengan sukses,” tutup Ian.

Melalui langkah tersebut, Merusaka Nusa Dua menunjukkan bahwa industri perhotelan dapat berperan lebih dari sekadar menyediakan akomodasi. 

Dengan menggabungkan pengalaman wisata dan aksi konservasi, resor ini turut mendorong lahirnya budaya berwisata yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung pelestarian kekayaan alam Bali untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *