Korean BBQ Tak Melulu Beef, Palgakdo Bawa Sensasi Ayam Panggang ke Jakarta
Freemagz.id – Korean BBQ di Jakarta mendapat wajah baru. Jika selama ini pengalaman memanggang daging ala Korea lebih banyak dikaitkan dengan beef atau pork, Palgakdo menawarkan pendekatan berbeda dengan menjadikan ayam sebagai menu utama.
Restoran Korean Chicken BBQ asal Korea Selatan ini resmi membuka gerai pertamanya di Indonesia di Pacific Place Jakarta. Kehadirannya berada di bawah operasional ISMAYA Group, yang memang memiliki portofolio luas di industri kuliner dan gaya hidup.

Daya tarik Palgakdo tidak hanya terletak pada pilihan menu, tetapi pada cara makanan tersebut dinikmati. Di tengah meja terdapat pemanggang berbentuk oktagonal, sementara potongan ayam, saus, dan banchan mengelilinginya. Format ini membuat aktivitas memanggang sekaligus menjadi bagian dari interaksi di meja.
Nama Palgakdo pun mengambil inspirasi dari konsep tersebut. “Palgak” merujuk pada bentuk oktagonal, sedangkan “Dak” berarti ayam dalam bahasa Korea. Di Korea Selatan, brand ini dikenal dengan sajian ayam panggang dan berbagai special cuts yang menawarkan tekstur berbeda.
Palgakdo dikembangkan oleh Cho Sung Wook melalui Yukseong F&B sejak 2019. Perkembangannya menunjukkan bagaimana ayam dapat ditempatkan sebagai kategori tersendiri dalam pengalaman Korean BBQ, bukan sekadar alternatif ketika konsumen tidak memilih beef.

Untuk pasar Indonesia, terdapat penyesuaian pada metode pemanggangan. Bila di Korea sajian Palgakdo secara tradisional menggunakan charcoal grilling, gerai Jakarta mengadopsi metode char-grilling dengan mempertimbangkan kondisi dan ketentuan operasional restoran.
Meski demikian, karakter smoky, permukaan ayam yang sedikit terpanggang, serta tekstur daging yang juicy tetap menjadi bagian dari pengalaman.
Founder & CEO ISMAYA Group, Bram Hendrata, mengatakan keputusan membawa Palgakdo ke Indonesia didorong oleh karakter konsepnya yang berbeda. “Palgakdo memiliki karakter yang kuat karena menempatkan ayam sebagai pusat dari pengalaman Korean BBQ, bukan hanya sebagai pilihan tambahan.”
Menurut Bram, kolaborasi tersebut bukan sekadar menghadirkan makanan Korea ke Jakarta, tetapi juga menawarkan pengalaman makan yang interaktif. “Kami ingin menghadirkan bukan sekadar menu dari Korea, tetapi sebuah pengalaman bersantap yang autentik, interaktif, dan menyenangkan,” ujarnya.
Dari sisi Palgakdo, Cho Sung Wook melihat Indonesia sebagai kesempatan untuk memperkenalkan cara baru menikmati ayam dalam format Korean BBQ. “Sejak awal, kami percaya bahwa ayam layak mendapatkan tempat tersendiri sebagai kategori premium dalam Korean BBQ, dengan potongan, tekstur, dan cara menikmati yang beragam.”

Pengalaman bersantap kemudian dapat dilanjutkan dengan pilihan pendamping seperti mi, hidangan berkuah, bola-bola nasi, hingga nasi goreng. Formatnya dirancang untuk dinikmati bersama, baik ketika makan bersama keluarga, teman maupun rekan kerja. Pembukaan di Pacific Place menjadi langkah awal ekspansi Palgakdo di Indonesia. Gerai berikutnya direncanakan hadir di Lotte Mall Jakarta.
Pada akhirnya, daya tarik Palgakdo bukan hanya pada ayam yang dipanggang di atas meja. Ada ritual memilih potongan, menunggu permukaan berubah kecokelatan, mencelupkannya ke saus, lalu membaginya bersama orang-orang di satu meja. Sebuah pengalaman Korean BBQ yang mencoba membuktikan bahwa ketika ayam diberi panggung utama, makan malam bisa terasa sama menariknya.

