Home Sweet Loan The Musical: Ketika Rumah Bukan Lagi Sekadar Tempat untuk Pulang
Freemagz.id – Apa arti rumah setelah seseorang berhasil mendapatkannya? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah Home Sweet Loan The Musical, pertunjukan panggung yang membawa kisah Kaluna dari novel karya Almira Bastari ke medium musikal.
Dipersembahkan Visinema bersama Indonesia Kaya dan berkolaborasi dengan Jakarta Art House, pertunjukan ini berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam 23 pertunjukan pada 30 September–18 Oktober 2026.

Jika kisah Kaluna sebelumnya lekat dengan perjuangan memiliki rumah sendiri, versi musikalnya membawa persoalan tersebut ke wilayah yang lebih personal. Rumah bukan hanya soal kepemilikan, melainkan tempat seseorang merasa aman, diterima, dan dapat menjadi dirinya sendiri.
“Home Sweet Loan The Musical berangkat dari cerita yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, tentang keluarga, tanggung jawab, tekanan hidup, hingga impian untuk memiliki rumah,” ujar Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya.
Ia menambahkan, produksi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Indonesia Kaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan musikal melalui kolaborasi dan pengembangan talenta. Produksi ini melibatkan 37 pemeran, terdiri dari dua pemeran Kaluna, 11 pemeran lainnya, dan 24 pemeran ensemble, serta lebih dari 50 insan kreatif di belakang panggung.
Bagi Visinema, perubahan medium dari novel dan film menjadi pertunjukan langsung membuka kemungkinan baru dalam menyampaikan perjalanan Kaluna.

“Perjalanan Home Sweet Loan dari novel, film, hingga kini hadir sebagai musikal menunjukkan bahwa satu cerita dapat terus menemukan bentuk baru untuk bertemu dengan penontonnya,” kata Cristian Imanuell, Produser Visinema. Menurutnya, panggung memungkinkan sisi Kaluna ditampilkan secara lebih langsung melalui akting, musik, dan koreografi.
Pengalaman tersebut diperkuat tata panggung yang dinamis. Rumah keluarga, kamar tidur, ruang kerja, hingga ruang-ruang lain dalam kehidupan Kaluna hadir melalui set yang dapat berubah mengikuti perkembangan cerita.
“Dalam 23 pertunjukan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang terasa utuh bagi penonton,” ujar Lisa Reideka, Sutradara Home Sweet Loan The Musical. Musik, cahaya, koreografi, dan permainan aktor, menurutnya, disusun mengikuti perubahan emosi Kaluna.

Sebanyak 18 lagu, termasuk Kembali Pulang, Kapan Pulang, Memang Milikku, Berakhir di Aku, dan Rumah dalam Ingatan, turut menjadi medium untuk menerjemahkan pergulatan tersebut. Sementara koreografi El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati menghadirkan dinamika kehidupan urban Jakarta melalui gerak.
Dua pemeran Kaluna, Kalya Islamadina dan Chintana Jo, juga memberikan interpretasi berbeda terhadap karakter tersebut. “Rasa pulang ternyata tidak sesederhana memiliki sebuah tempat,” ujar Kalya.
Bagi Chintana, pulang dapat berarti ketika seseorang diterima dan bisa menjadi dirinya sendiri. Pada akhirnya, Home Sweet Loan The Musical tidak hanya mengajak penonton mengikuti pencarian rumah Kaluna, tetapi juga mempertanyakan kembali definisi “pulang” bagi setiap orang.

