Tanjung Kelayangan Reserve Distinasi Unggulan di Belitung
Freemagz.id – Terletak di sepanjang garis pantai Indonesia yang belum banyak dijelajahi, Tanjung Kelayang Reserve adalah sebuah tempat perlindungan mewah berkelanjutan, tempat keindahan alam liar bertemu dengan visi konservasi masa depan. Diakui sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan seluas 350 hektar yang dilindungi ini menghadirkan pengalaman perjalanan yang bertanggung jawab memadukan alam, sejarah, dan komunitas dalam harmoni yang autentik.

Makna historis Pulau Belitung melampaui keindahan pasir putih dan formasi granitnya yang memesona. Dahulu, pulau ini menjadi simpul penting di Jalur Sutra maritim, yang menghubungkan para pedagang dari Tiongkok, Timur Tengah, hingga Eropa. Penemuan bangkai kapal Belitung dari abad ke-9 pada tahun 1998 yang memuat keramik dan emas dari Dinasti Tang semakin menegaskan posisi Belitung dalam sejarah dunia. Kini, Tanjung Kelayang Reserve merawat warisan ini sekaligus mengundang pelancong untuk menjelajahi lanskapnya yang masih alami.
Di pusat kawasan ini terdapat komitmen kuat terhadap konservasi. Lebih dari setengah lahannya dibiarkan tak tersentuh, menjadi rumah bagi spesies langka seperti tarsius Billiton yang sulit ditemukan, pohon Pelepak yang terancam punah, dan trenggiling Sunda mamalia yang paling banyak diperjualbelikan secara ilegal di dunia. Sistem air berkelanjutan tanpa dampak, yang memanfaatkan penyaringan tanah kaolin lokal, memastikan air bersih tersedia tanpa mengganggu ekosistem.

“Setiap aspek di Tanjung Kelayang Reserve digerakkan oleh alam itu sendiri,” ujar Daniel Alexander Napitupulu, Direktur Tanjung Kelayang Reserve. “Tujuan kami bukan sekadar konservasi, tapi menciptakan model berkelanjutan di mana satwa liar, komunitas lokal, dan keramahtamahan bisa berkembang bersama. Keberlanjutan bukan hanya tentang melindungi alam tapi juga membangun hubungan yang lebih dalam antara manusia dan alam, agar setiap tamu dapat merasakan keindahan Belitung dengan rasa tanggung jawab dan apresiasi yang baru.”
Bagi yang mencari pelarian mewah, Sheraton Belitung Resort menyatukan kenyamanan modern dengan keindahan alam Belitung. Resor ini menawarkan 123 kamar dan suite elegan yang menghadap laut, laguna, atau taman tropis. Tamu dapat menikmati cita rasa Belitung yang diolah secara inovatif, bersantai di kolam renang infinity, atau menjelajah lewat eco-trekking, island hopping, hingga kunjungan ke Geopark berstatus UNESCO. Area anak-anak yang dirancang khusus juga menjadikan resor ini ideal untuk liburan keluarga yang bermakna.

Sementara itu, mereka yang mencari suasana lebih tenang dan privat dapat menemukan ketenangan di Billiton Ekobeach Retreat. Terletak di garis pantai yang terpencil, properti ini menghadirkan kemewahan ramah lingkungan melalui empat vila eksklusif yang dirancang untuk privasi dan keberlanjutan. Bersantap di paviliun terbuka, mencicipi masakan lokal yang segar, dan menjelajah ke pulau pribadi hanya beberapa menit dengan perahu menjadi pengalaman yang tak terlupakan sebuah kesempatan langka untuk terhubung dengan alam Belitung yang murni.
Tanjung Kelayang Reserve lebih dari sekadar destinasi ini adalah gerakan untuk meredefinisi cara kita melakukan perjalanan. Para tamu diajak berkontribusi dalam program rewilding, menanam pohon Pelepak yang terancam punah, atau menyaksikan tukik (anak penyu) melangkah pertama kali menuju laut. Melalui BlueMind Experiences yang terinspirasi dari riset Wallace J. Nichols tentang efek terapeutik air, para tamu bisa menjelajah dengan penuh makna mulai dari island- hopping, panjat tebing, hingga mendaki Whistle Trail, di mana elang ekor putih dan burung siul yang bernyanyi menjadi teman perjalanan.

Dengan aspirasi menjadi pelopor pariwisata berkelanjutan, Tanjung Kelayang Reserve memadukan desain ramah lingkungan dengan keramahtamahan berkelas dunia. Arsitekturnya yang terinspirasi dari budaya lokal menggunakan bata kaolin daur ulang dan furnitur kayu apung hasil karya pengrajin Belitung mewujudkan penghormatan terhadap warisan dan keberlanjutan.

