TA’AKTANA, Mengambil Inspirasi Dari Keindahan Darat dan Laut
Freemagz.id – Terletak di sepanjang pantai Wae Rana yang masih alami, TA’AKTANA, Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo, mengambil inspirasi dari keindahan alam darat dan laut melalui filosofi desainnya. Sebagai bagian dari portofolio mewah Marriott International, TA’AKTANA mewujudkan warisan budaya yang kaya, pemandangan yang menakjubkan, dan tradisi masyarakat pulau ini.

Resor ini dirancang dengan cermat untuk memberikan kenyamanan yang tak tertandingi, dengan 70 kamar yang terdiri dari 45 suite, 25 vila, dan Mansion dengan tiga kamar tidur yang spektakuler, masing-masing memadukan tradisi lokal dengan fasilitas canggih dan fasilitas mewah.
TA’AKTANA, yang berarti “tanah hijau” dalam bahasa Manggarai, mewujudkan hubungan mendalam resor ini dengan lanskap yang rimbun dan warisan budaya yang kaya di sekitarnya. Terinspirasi oleh hubungan harmonis antara masyarakat Bajo yang hidup melaut dan masyarakat Manggarai yang hidup di daratan, desainer Alvin Jo dari A&P Interior menciptakan filosofi desain yang menangkap esensi keindahan alam dan kedalaman budaya Labuan Bajo.

Elemen arsitektur dan interiornya menggabungkan simbol-simbol ikonik seperti sawah Lingko yang berpola jaring laba-laba dan motif tradisional setempat, menawarkan pengalaman mendalam bagi para tamu yang mencerminkan jiwa pulau ini.
Perjalanan ini terbentang sebagai transisi yang lembut dari ekspresi yang membumi dan berakar pada tanah ke ekspresi yang terinspirasi oleh irama laut. Di kamar-kamarnya, motif geometris yang mengacu pada Aksara Lota, aksara kuno masyarakat Ende, mengakar pada warisan budaya lokal.

Hal ini dilengkapi dengan pengaruh pesisir dan bentuk-bentuk organik seperti panel-panel yang menyerupai shagreen, liontin anyaman yang mengingatkan kita pada alat tangkap ikan, dan permadani berwarna koral yang menggemakan lanskap laut di sekitarnya. Perpaduan warna dan tekstur yang berkesinambungan mengaburkan batas antara interior dan eksterior, sementara tata letak terbuka dan bahan alami menumbuhkan hubungan yang mendalam dengan lingkungan.
Filosofi desain ini meluas dengan mulus ke dalam tempat makan resor, masing-masing dijiwai dengan narasi khas yang dibentuk oleh pengaturan dan palet materialnya. Kayu berukir, batu vulkanik, dan tekstil tenunan tangan menggambarkan topografi dan warisan seni di pulau ini. Di jantung resor, Bukit Salang menjulang di atas lautan sebagai kapel pernikahan dan simbol arsitektur persatuan, yang kaya akan makna budaya dan kedalaman emosional

Dipandu oleh komitmen terhadap keberlanjutan dan pelestarian budaya, desain resor ini merangkul kolaborasi dengan pengrajin lokal. Detail kerajinan tangan menawarkan interpretasi kontemporer dari tradisi Manggarai, dan praktik sadar lingkungan diintegrasikan di seluruh properti, mulai dari karya seni lobi yang terbuat dari plastik daur ulang hingga penggunaan bahan yang tahan terhadap iklim, yang mencerminkan etos desain yang memadukan tanggung jawab ekologis dengan kemewahan yang bersahaja.

TA’AKTANA menawarkan sebuah narasi yang dirancang untuk menggugah emosi dan membangkitkan rasa di suatu tempat. Melalui cerita yang dibentuk oleh jiwa Labuan Bajo, resor ini menjembatani masa lalu dan masa kini, menetapkan tolok ukur baru dalam perhotelan, di mana desain yang tak lekang oleh waktu dan penghormatan terhadap budaya menyatu dalam harmoni.

