Business

UOB POY 2025: Eksplorasi Identitas dan Budaya dalam Karya Eddy Susanto

Freemagz.id  — UOB Indonesia resmi mengumumkan Eddy Susanto sebagai pemenang utama kategori Perupa Profesional dalam kompetisi seni rupa 15th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia). Karya Eddy yang berjudul “Kuasa dalam Setara” berhasil memukau dewan juri dengan konsep yang kuat, teknik eksekusi yang matang, serta eksplorasi mendalam terhadap identitas, sejarah, dan budaya.

Seniman asal Yogyakarta berusia 50 tahun ini menggunakan kulit lembu transparan, lembaran akrilik, dan pena gambar sebagai medium utama. Karyanya terinspirasi dari ukiran vanitas karya Willem Isaacsz van Swanenburg (1608) dan teks filsafat Jawa Serat Sastrajendra Hayuningrat. Melalui pendekatan visual yang menggabungkan tradisi Eropa dan kosmologi Jawa, Eddy mengeksplorasi bagaimana kekuasaan, kesetaraan, dan identitas saling terkait dan terus didefinisikan ulang dalam lintas budaya dan zaman.

“Karya ini merefleksikan bagaimana sejarah dan keyakinan membentuk pemahaman tentang identitas kita. Saya ingin mengajak publik untuk merenungkan ulang makna kekuasaan dan kesetaraan dalam konteks budaya yang terus berkembang,” ujar Eddy.

Dewan juri yang terdiri dari Dr. Agung Hujatnika (Kurator dan Dosen ITB), Alia Swastika (Direktur Biennale Jogja Foundation), dan Venus Lau (Direktur Museum MACAN Jakarta), memberikan apresiasi tinggi terhadap kedalaman konseptual dan detail teknis karya Eddy.

“Kuasa dalam Setara’ menunjukkan kemampuan teknis luar biasa dalam pelapisan, kolase, serta integrasi aksara Jawa yang sarat makna kosmologis. Karya ini tidak hanya menampilkan kedewasaan teknis, tapi juga refleksi budaya dan sejarah yang mendalam,” ujar Agung Hujatnika selaku Ketua Dewan Juri.

Sebagai pemenang, Eddy berhak menerima hadiah uang tunai senilai Rp250 juta dan akan mewakili Indonesia di ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year yang akan diumumkan di Singapura pada 12 November 2025. Ia juga berkesempatan mengikuti program residensi seni yang didukung oleh UOB.

Di kategori Perupa Pendatang Baru, penghargaan Most Promising Artist of the Year (Indonesia) diraih oleh Muhammad Shodik, perupa berusia 24 tahun asal Probolinggo, Jawa Timur. Karyanya yang berjudul “i am here” menggambarkan hubungan personal dan emosional dengan ayahnya yang tidak terdokumentasi, melalui penggunaan foto, pesan, dan arsip-arsip pribadi. Karya ini menonjolkan perasaan rentan, kehilangan, dan keinginan untuk terkoneksi kembali dengan akar identitas, dengan repetisi tulisan “i am here” sebagai penanda kehadiran di tengah absensi.

Sebagai bagian dari perayaan kompetisi ini, sebanyak 48 karya finalis, termasuk karya para pemenang, akan dipamerkan di Melting Pot, ASHTA District 8 Jakarta, dari tanggal 15 hingga 30 Oktober 2025, pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pameran ini terbuka untuk umum dan bermitra dengan Art Jakarta. Pengunjung dapat mengikuti rangkaian acara inspiratif seperti tur pameran, diskusi seni (art talk), dan workshop menggambar untuk anak-anak, sebagai bentuk edukasi dan apresiasi seni kepada masyarakat luas.

Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan komitmen UOB dalam mendukung perkembangan seni rupa di Indonesia dan Asia Tenggara “Selamat kepada Eddy Susanto dan para finalis yang telah menunjukkan karya luar biasa. Kompetisi ini menjadi wadah penting bagi para perupa untuk mengekspresikan pemikiran dan identitas budaya mereka. Kami bangga dapat mendukung dialog seni lintas budaya yang memperkaya pemahaman kita terhadap masyarakat.”

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, turut mengapresiasi kontribusi UOB POY dalam memajukan seni rupa di tanah air “Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform penting untuk memperkuat ekosistem seni Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya kita ke tingkat regional dan global.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *