Hotel

The Future of Food 2026 Transformasi Gaya Hidup Bersantap di Asia Pasifik

Freemagz.id – Marriott International merilis laporan terbarunya bertajuk The Future of Food 2026, yang mengungkap tren kuliner terkini dan proyeksi masa depan lanskap bersantap di kawasan Asia Pasifik. Disusun berdasarkan wawancara mendalam dengan lebih dari 30 chef ternama, mixologist, pakar industri, dan media kuliner, laporan ini juga melibatkan survei dari tim Food & Beverage di lebih dari 270 properti Marriott yang tersebar di 20 negara di Asia Pasifik.

Laporan ini menggambarkan pergeseran besar dalam kebiasaan bersantap, dari konsep fine dining yang formal menjadi pengalaman bersantap yang lebih santai, imersif, dan personal, di mana cerita, kenyamanan, dan keterhubungan emosional menjadi faktor yang tak kalah penting dari cita rasa itu sendiri.

“Asia Pasifik terus membentuk masa depan kuliner global,” ujar Petr Raba, Vice President of Food & Beverage, Asia Pacific (excluding China), Marriott International. “Tamu kini mencari lebih dari sekadar rasa, mereka ingin merasakan makna dan koneksi di setiap pengalaman bersantap. Laporan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus berevolusi dan menghadirkan pengalaman kuliner yang relevan secara budaya, berakar pada keunikan lokal, dan dirancang untuk generasi baru wisatawan.”

6 Tren Utama yang Mewarnai Masa Depan Kuliner Asia Pasifik

1. Kenyamanan sebagai Kemewahan Baru

Konsep fine-casual menjadi bintang baru dalam dunia kuliner. Makanan rumahan kini dihadirkan dengan sentuhan modern dan estetika mewah, seperti ayam goreng dengan topping kaviar atau menu a la carte yang lebih fleksibel dan personal. Sebanyak 59% properti Marriott di Asia Pasifik mencatat bahwa tamu kini lebih memilih gaya bersantap kasual dibandingkan formal.

2. Pengalaman Bersantap yang Menggugah Pancaindra

Makan kini bukan sekadar aktivitas, melainkan pengalaman multisensori. Dari omakase interaktif hingga bersantap dalam gelap, para tamu ingin dihibur, disentuh emosinya, dan dibawa dalam sebuah cerita. 48% tim F&B Marriott melaporkan meningkatnya permintaan akan pengalaman bersantap yang imersif dan teatrikal.

3. Cita Rasa Lokal sebagai Identitas

85% properti Marriott kini menyertakan bahan atau hidangan lokal dalam menunya, menandakan peningkatan minat konsumen terhadap makanan berbahan musiman dan berakar budaya. Para chef memadukan warisan kuliner dengan pendekatan modern untuk menyajikan hidangan yang kaya cerita dan autentik.

Marriott International Hotel

4. Kecerdasan Buatan (AI) dalam Dunia Kuliner

AI mulai digunakan untuk menyusun menu berdasarkan preferensi pelanggan, memaksimalkan efisiensi operasional, dan menentukan harga yang lebih adaptif. 76% properti Marriott telah mengadopsi sistem manajemen pemesanan berbasis teknologi, dan 75% menyatakan media sosial berpengaruh besar terhadap keputusan reservasi tamu.

5. Asia sebagai Pusat Kuliner Global

Negara-negara seperti Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Tiongkok kian mendapat tempat di panggung kuliner dunia. Budaya makan yang kaya, dinamis, dan kreatif dari kawasan ini menjadikannya magnet bagi penikmat kuliner global.

6. Generasi Baru Chef Asia Mengubah Wajah Dunia Kuliner

Chef Asia generasi ketiga yang banyak dilatih di dapur Michelin memadukan teknik modern dengan bahan asli daerah untuk menciptakan pengalaman baru tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi. Bahkan pedagang kaki lima, atau “hawkerpreneurs”, kini menghadirkan gaya elegan dan inovatif pada hidangan klasik seperti laksa dan sate.

Temuan Tambahan Menarik dari Laporan

  • Preferensi Sehat & Personal: Menu vegan (63%), vegetarian (64%), dan bebas gluten (54%) semakin diminati.
  • Evolusi Bar: Bar-bar di Asia menawarkan koktail rendah alkohol, mocktail kreatif, dan gaya omakase yang personal.
  • Bahan-Bahan Masa Depan: Chef mulai menggunakan bahan fermentasi, garam artisan, dan cuka warisan untuk memperkaya rasa dan nilai budaya.
  • Komitmen terhadap Keberlanjutan: Marriott bekerja sama dengan petani lokal dan komunitas untuk mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Laporan The Future of Food 2026 menegaskan bahwa dunia kuliner di Asia Pasifik sedang memasuki era baru – sebuah masa di mana kenyamanan, inovasi, dan budaya lokal bersatu membentuk pengalaman bersantap yang tak terlupakan. Marriott International berkomitmen untuk terus berinovasi bersama komunitas kuliner di kawasan ini dan menghadirkan pengalaman makan yang lebih bermakna bagi setiap tamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *