Miopia pada Anak Kian Mengkhawatirkan, Ortho-K Muncul sebagai Solusi Inovatif
Freemagz.id – Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, kebutuhan akan penglihatan yang praktis dan bebas hambatan menjadi semakin relevan. Bagi banyak orang terutama anak-anak dan individu aktif kacamata atau lensa kontak sering kali terasa membatasi.
Di sinilah inovasi mulai mengambil peran, menawarkan pendekatan baru yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan ritme hidup modern.

Momentum ini terasa dalam sebuah forum ilmiah yang digelar di Nuanu Creative City, ketika Menicon Indonesia bersama PT Berjaya Mandirin Opto-Medic, serta didukung PERDAMI dan INARVOS, mempertemukan puluhan dokter spesialis mata dari berbagai kota di Indonesia. Agenda utamanya, mengupas perkembangan terkini dalam penanganan miopia.
Salah satu sorotan utama adalah Orthokeratology atau Ortho-K teknologi lensa yang digunakan saat tidur di malam hari. Berbeda dari lensa kontak konvensional, Ortho-K bekerja secara sementara membentuk ulang permukaan kornea, sehingga pengguna dapat melihat lebih jelas di siang hari tanpa bantuan kacamata.
“Melalui momentum ini, kami ingin memperluas pemahaman dokter spesialis mata mengenai Ortho-K sebagai salah satu opsi terapi koreksi penglihatan yang inovatif,” ujar Carolina Fenny. Ia menekankan bahwa penggunaan lensa ini tetap harus melalui pemeriksaan dan resep dokter mata.

Fenomena miopia sendiri terus menunjukkan tren peningkatan. Data Kementerian Kesehatan mencatat jutaan anak di Indonesia mengalami rabun jauh, dengan potensi bertambah seiring pertumbuhan. “Miopia pada anak perlu ditangani dengan tepat karena dapat berkembang dan meningkatkan risiko komplikasi di kemudian hari,” jelas Susanti Natalya Sirait.
Pendekatan Ortho-K menjadi salah satu alternatif yang kini semakin diperhitungkan. Tri Rahayu menjelaskan, “Lensa ini digunakan saat tidur untuk membantu meratakan kornea secara sementara, sehingga pasien bisa mendapatkan penglihatan yang lebih jelas keesokan harinya tanpa alat bantu visual.”
Bagi mereka yang aktif berolahraga, sering berada di luar ruangan, atau memiliki profesi dengan mobilitas tinggi, solusi ini menawarkan fleksibilitas yang sulit didapat dari metode konvensional.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, diskusi ini mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap kesehatan mata dari sekadar koreksi menjadi pengelolaan jangka panjang.
Dengan pemahaman yang semakin luas di kalangan tenaga medis, Ortho-K berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup baru: melihat dengan lebih bebas, tanpa harus selalu bergantung pada alat bantu di siang hari.

