News

Kolaborasi PearFest dan MTN Hadirkan Ruang Baru bagi Penulis Muda Indonesia

Freemagz.id – PearFest 2025 menghadirkan 14 penulis muda dari 10 kota di Indonesia dalam lokakarya PearWorkshop x MTN Lab: Name Your Book, Shape Your Voice yang berlangsung di Melting Pop, MBloc Space, Jakarta Selatan.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi Pear Press dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya di bawah Kementerian Kebudayaan RI, sebagai upaya memperkuat ekosistem pengembangan talenta sastra di Indonesia.

Pear Press, ekosistem penerbitan milik PT Simpul Aksara Grup yang berdiri sejak 2019, kembali menggelar PearFest sebagai festival literasi tahunannya untuk ketiga kali. Melalui MTN Lab, lokakarya ini memberikan ruang penciptaan terstruktur bagi para talenta sastra, mulai dari eksplorasi gagasan hingga pendalaman strategi kreatif dan positioning karya.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyatakan bahwa MTN bertujuan menyiapkan jalur pengembangan karier penulis secara berkelanjutan. “Kolaborasi MTN Seni Budaya bersama PearFest adalah langkah penting sebagai pintu masuk para penulis dari berbagai daerah ke industri perbukuan nasional,” ujarnya.

Para peserta dipilih melalui kurasi internal Pear Press dari daftar panjang submisi Emerging Writers di Ubud Writers & Readers Festival 2025, Makassar International Writers Festival 2025, serta Sayembara Novel DKJ 2025.

Lokakarya menghadirkan sejumlah pemateri kunci, antara lain Christina M. Udiani (Editorial & Production Manager KPG) yang memaparkan karakter buku yang menarik perhatian penerbit; serta Felix K. Nesi (penulis & scriptwriter) yang berbagi strategi menyusun premis kuat, membangun suara khas, dan menyiapkan pitch yang efektif. 

Sesi dipandu oleh penyiar dan pegiat literasi Nathalie Indry, serta diikuti review langsung oleh perwakilan penerbit: Novka Kuaranita (Penerbit Buku Kompas), Ardhias Nauvaly (Bentang Pustaka), dan Rae Fadillah (Warning Books).

Selain memberikan materi, lokakarya membuka ruang diskusi langsung antara peserta dan penerbit mengenai potensi naskah dan arah pengembangan karya. “Kesempatan seperti ini menjembatani jarak antara penulis dan penerbit, sehingga proses kreatif lebih terarah,” ujar Alghifahri Jasin, peserta asal Ujung Pandang.

Mengusung tema besar “The Age of Unlearning”, PearFest 2025 mengajak generasi muda untuk mempertanyakan kembali kebenaran yang mapan dan membuka ruang bagi perspektif baru. 

Lokakarya ini menjadi langkah awal bagi 14 peserta Abu Wafa, Alghifahri Jasin, Arnoldus Sailang, Iin Farliani, Ita Siregar, Juli Prasetya, Krisna Agustriana, Putu Mahatma, Ruhaeni Intan, Sunarti, Varla Nurul, Wisnu Suryaning, Wiwik Haswinda, dan Zulkifli untuk membangun masa depan penulisan yang lebih kuat dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *