Hotel

Loman Park Hotel Yogyakarta Gelar Workshop Batik Weton dan Diskusi Budaya

Freemagz.id – Loman Park Hotel Yogyakarta menghadirkan pengalaman budaya yang menggabungkan kreativitas dan filosofi lokal melalui rangkaian acara Batik Weton dan Jagongan Gayeng. Program ini menonjolkan perpaduan eksplorasi jati diri berdasarkan weton hari lahir dalam tradisi Jawa dengan teknik batik cap kertas yang dipersonalisasi oleh peserta, memberikan perspektif baru terhadap seni tradisi yang bersifat interaktif.

Acara dimulai dengan Workshop Batik Cap yang dipandu oleh seniman Nurohmad, S.Sn dari Omah Kreatif DONGAJI. Setiap peserta pertama-tama memahami karakter diri melalui pembacaan weton, lalu menuangkannya ke dalam motif batik yang unik, mulai dari simbol hewani, tumbuhan, hingga ikon filosofis lain. 

Kertas motif ini kemudian dibentuk menjadi cap sendiri, dicelupkan ke malam panas, dan diaplikasikan pada kain, sehingga setiap karya menjadi representasi personal peserta.

Sesi Jagongan Gayeng yang berlangsung di area Garden menambah dimensi intelektual acara. Bertema “Weton Iku Ora Waton,” diskusi ini menghadirkan Cak Udin, Ketua Lesbumi, dan Nurohmad, S.Sn, serta dimoderatori Iwan RS.

Percakapan mengupas makna weton sebagai panduan karakter dan perilaku hidup masyarakat Jawa, menekankan relevansi nilai tradisional dalam kehidupan modern.

Menurut Handono S. Putro, Founder & Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar hiburan. “Perpaduan kreativitas tangan melalui batik cap kertas dan pengasahan nalar melalui Jagongan Gayeng memungkinkan setiap tamu memahami dan mengekspresikan identitas diri mereka. Batik Weton menjadi cara merayakan jati diri melalui tradisi yang interaktif dan personal,” ujarnya.

Rangkaian acara ini juga dilengkapi dengan Pameran Karya Seni Batik di lobby hotel, yang berlangsung hingga 21 Februari 2026.

Pameran menampilkan beragam motif batik yang sarat makna filosofis dan terbuka untuk umum, menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati estetika sekaligus memahami nilai budaya di balik setiap desain.

Keberhasilan program Batik Weton dan Jagongan Gayeng menegaskan posisi Loman Park Hotel Yogyakarta sebagai pusat kolaborasi seni dan budaya yang inklusif dan kreatif, sekaligus menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi pengunjung melalui pendekatan interaktif, edukatif, dan estetis dalam setiap kegiatan budaya yang diselenggarakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *