OREO Dorong Lahirnya Generasi SERU Lewat Pendekatan Belajar Sambil Bermain
Freemagz.id – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, OREO kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia melalui program “OREO Berbagi Seru”. Kali ini, Gunungkidul menjadi salah satu daerah yang mendapat manfaat dari inisiatif tersebut, sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar dan mendukung program “Bocah Pinter” Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, OREO menghadirkan pendekatan playful learning atau belajar sambil bermain kepada 708 siswa sekolah dasar.

Melalui metode ini, anak-anak didorong mengembangkan karakter Generasi SERU Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul yang dinilai semakin relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Mewakili Bupati Gunungkidul, Supriyanto, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadirkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas bagi anak.
“Kami menyambut baik pendekatan belajar sambil bermain yang diusung dalam program ‘OREO Berbagi Seru’. Bantuan alat pembelajaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan guru, orang tua, komunitas, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut juga ditegaskan Kevin Stefano, Senior Marketing Manager Biscuit Mondelēz Indonesia.

Menurutnya, selama lebih dari 30 tahun hadir di Indonesia, OREO terus menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. “Melalui tema ‘OREO Berbagi Seru’, kami ingin membantu menghadirkan pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, dan lebih merata, terutama bagi anak-anak di wilayah 3T maupun daerah marjinal. Kami berharap semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi Generasi SERU,” kata Kevin.
Sebagai bagian dari program, OREO bersama Indonesia Mengajar mengembangkan 15 media belajar interaktif yang mencakup literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Seluruh materi dirancang mengikuti kurikulum nasional sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi.
Di Gunungkidul, sebanyak 270 alat belajar didistribusikan untuk mendukung kegiatan belajar 708 siswa. Program ini juga menyasar penguatan peran pendidik dan keluarga melalui pelatihan bagi 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas.

Guru SD Negeri Mentel 1, Endah Setyorini, mengaku memperoleh banyak inspirasi dari pelatihan tersebut. “Kami mendapatkan ide-ide baru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain, berdiskusi, dan mengeksplorasi gagasan mereka,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Suryani, perwakilan orang tua siswa. “Saya jadi terinspirasi membuat media belajar sederhana di rumah agar anak lebih semangat belajar, percaya diri, dan berani mencoba hal-hal baru,” tuturnya.
Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, OREO berharap program ini mampu memperluas akses terhadap pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus melahirkan generasi muda Indonesia yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di masa depan.

