News

Saat Permainan Menjadi Jembatan Belajar, OREO Berbagi Seru Hadir di Langkat

Freemagz.id – Belajar bagi anak tidak selalu harus berlangsung dengan buku dan hafalan. Permainan, percakapan, serta aktivitas kreatif dapat menjadi bagian dari proses ketika anak membangun rasa ingin tahu dan keberanian untuk mencoba. Pendekatan tersebut menjadi benang merah program “OREO Berbagi Seru” yang menutup rangkaian kegiatannya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar, program ini menjangkau 1.280 siswa sekolah dasar di Langkat. Sebanyak 270 alat belajar turut didistribusikan untuk mendukung pembelajaran literasi, numerasi, sains, dan Bahasa Inggris melalui metode belajar sambil bermain yang disesuaikan dengan kurikulum nasional. 

Langkat menjadi lokasi ketujuh sekaligus penutup perjalanan “OREO Berbagi Seru” sepanjang 2026. Sebelumnya, program hadir di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan. Secara keseluruhan, inisiatif ini telah menjangkau lebih dari 7.000 anak di tujuh provinsi

Namun, perhatian program tidak hanya diarahkan kepada siswa. Pada 16–21 September 2026, OREO juga menggelar pelatihan untuk 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas.

Guru mendapatkan simulasi penggunaan alat belajar di kelas, orang tua memperoleh wawasan mengenai aktivitas edukatif yang dapat dilakukan di rumah, sedangkan komunitas didorong untuk ikut membangun lingkungan belajar yang berkelanjutan. 

Dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat disampaikan Muhammad Yunus, SE., Jabatan Fungsional Pengembang Kurikulum Ahli Muda. Menurutnya, pendekatan program selaras dengan upaya pemberdayaan guru melalui program “Guru Penggerak” yang diinisiasi sejak 2024.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada OREO atas inisiatif program ‘OREO Berbagi Seru’ karena mendukung salah satu program kami yaitu ‘Guru Penggerak’ yang diinisiasi sejak 2024 untuk memberdayakan guru menjadi agen transformasi pendidikan,” ujar Yunus. 

Dari sisi OREO, Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia, menilai proses belajar dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan yang lebih luas dari sekadar akademis. “OREO meyakini bahwa belajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri,” katanya. 

Pengalaman tersebut turut dirasakan Evi Destari Br Tarigan, S.Pd., M.Si., guru SD Negeri 050647 Timbang Lawan. Ia melihat permainan sederhana dapat membantu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, sehingga anak lebih aktif bertanya dan berani mencoba.

Sementara bagi Siti Fatimah, perwakilan orang tua siswa, pengalaman mengikuti pelatihan memberikan perspektif bahwa mendampingi anak belajar tidak harus selalu dilakukan secara formal.

“Mendampingi anak belajar tidak selalu harus dilakukan dengan menyuruh mereka duduk dan membuka buku, tetapi dengan menciptakan momen-momen seru yang mengasah rasa ingin tahu mereka,” tuturnya. 

Menutup rangkaian 2026, Anggya berharap pengalaman yang dibangun melalui guru, orang tua, dan komunitas dapat terus berlanjut setelah program selesai. OREO menyebut harapan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuhnya Generasi SERU generasi yang Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *