News

Jatim Park Group Perkuat Standar Keselamatan untuk Mendorong Pariwisata Kota Batu

Freemagz.id – Kota Batu tak hanya sedang berbicara tentang bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga tentang bagaimana membuat pengalaman berlibur tetap aman, edukatif, dan berkelanjutan.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam diskusi Ngoprek, Ngobrol Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang digelar bertepatan dengan peringatan 25 tahun Jatim Park Group.

Dalam diskusi tersebut, keselamatan ditempatkan sebagai bagian penting dari keberlanjutan destinasi. Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI, Fadjar Hutomo, mengatakan persepsi wisatawan terhadap keamanan sebuah daerah dapat menentukan daya tarik destinasi. “Pariwisata sangat bergantung pada persepsi publik terhadap keamanan suatu daerah,” ujar Fadjar

Menurut Fadjar, kecelakaan transportasi, bencana alam, hingga kasus wisatawan tenggelam bukan hanya menyangkut keselamatan individu, tetapi juga dapat memengaruhi citra sebuah destinasi.

Karena itu, penerapan keselamatan perlu dibangun sebagai ekosistem yang mencakup regulasi, implementasi, pengawasan, sekaligus kesiapan sumber daya manusia. Kerangka tersebut antara lain mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai Standar Usaha Pariwisata. 

Selain itu, Undang-Undang Pencarian dan Pertolongan Nomor 29 Tahun 2014 juga mengatur kewajiban penyedia jasa pariwisata berisiko untuk memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalam pencegahan dan pertolongan. “Jika terjadi kelalaian yang menghilangkan nyawa, ada sanksi hukum hingga pertanggungjawaban korporasi, bukan hanya sanksi administratif,” jelas Fadjar.

Komitmen serupa diterapkan Jatim Park Group. Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan standar keselamatan diberlakukan bagi karyawan maupun pengunjung, termasuk melalui pelatihan dan sertifikasi bersama Lembaga Sertifikasi Usaha serta kementerian terkait. “Karyawan kami diberikan pelatihan dan disertifikasi. Kami juga melakukan sertifikasi terhadap kelayakan wahana,” kata Rio.

Menariknya, keselamatan berjalan beriringan dengan misi edukasi dan konservasi. Mega Science Center, misalnya, menghadirkan pengalaman belajar tentang kimia, fisika, biologi, matematika hingga budaya, termasuk area robot yang dirancang mampu berperilaku menyerupai manusia.

“Di Jatim Park, semuanya ada pembelajarannya, termasuk wisata berbasis teknologi. Kami terus berusaha melengkapi agar orang yang berekreasi di Kota Batu merasa standar keamanannya sudah menyerupai di luar negeri,” tambah Rio.

Pengembangan pun masih berlanjut. Jatim Park Group menargetkan pembangunan akuarium bawah laut terbesar di Jawa Timur, dengan rencana pembukaan pada 2027 atau 2028. Di sisi komunikasi, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menekankan pentingnya respons cepat ketika menghadapi situasi krisis. “Penanganan krisis PR maksimal dalam 24 jam,” ujarnya.

Memasuki usia 25 tahun, Jatim Park Group membawa ambisi untuk memperluas daya tarik Kota Batu hingga wisatawan internasional. Namun, Rio menegaskan bahwa pertumbuhan pariwisata membutuhkan kerja bersama. “Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, perlu kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sekitar, komunitas, dan media,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *