Lifestyle

The Canopy Room Hadirkan Ruang Baru untuk Fashion Independen Indonesia

Freemagz.id – Mencari label fashion independen kini tak harus dilakukan dari satu akun media sosial ke akun lainnya. Di tengah lanskap mode lokal yang semakin beragam, The Canopy Room menghadirkan pendekatan berbeda dengan mempertemukan sejumlah brand independen Indonesia dalam satu ruang yang dikurasi.

Gerai pertamanya di Plaza Indonesia resmi dibuka sebagai destinasi bagi konsumen urban yang ingin menemukan label fashion dengan karakter yang tidak selalu ditemui di arus utama. Konsepnya bukan sekadar menghadirkan rak berisi produk, tetapi mempertemukan konsumen dengan cerita, identitas, dan proses kreatif di balik setiap brand.

Koleksinya mencakup berbagai gaya. Dirty Laundry, Wear Alter, dan Luce and Vera menawarkan pilihan smart-casual untuk kebutuhan sehari-hari hingga agenda profesional.

Untuk karakter yang lebih feminin, tersedia Aequus, Ammartera, dan Prine. Sementara Orgeo, Maison Kolori, Onze Studio, dan Rotouche membawa pendekatan minimalis dan versatile yang mudah dipadukan dengan aksesori dari Abstrak dan Your Hands.

Pilihan untuk gaya kasual yang lebih edgy hadir melalui Isoos Studio dan Rauv, sementara kebutuhan aksesori dan pelengkap tampilan mencakup tas serta sepatu dari Page and Lane, YEVA, Scilla, dan Orbit Studio. Namun, identitas The Canopy Room tidak berhenti pada fashion. 

Bagian yang menarik perhatian justru hadir sejak pengunjung melihat façade gerai. Bekerja sama dengan set designer Nelly Sucitas, The Canopy Room menghadirkan instalasi khusus berbahan serat batang pisang.

Material botani tersebut diproses menjadi serat alami dan kemudian dirangkai melalui perpaduan jalinan serta serat yang dibiarkan menjuntai. Bentuk lengkung pada bagian atas instalasi memberi keseimbangan terhadap garis geometris Plaza Indonesia, sekaligus menciptakan tampilan storefront yang lebih organik.

Pendekatan tersebut merefleksikan gagasan Nelly mengenai tekstil sebagai structure of matter, yakni permukaan yang terbentuk dari berbagai elemen yang saling terhubung. Material sederhana pun mendapatkan konteks baru ketika diterjemahkan menjadi bagian dari desain ruang.

Bagi Anita Anastasia, Creative Director The Canopy Room, pembukaan gerai di Plaza Indonesia merupakan langkah untuk mendekatkan label independen kepada audiens yang lebih luas.

“Kami ingin menciptakan ruang di mana orang bisa datang, menemukan brand baru, mengenal ceritanya, sekaligus menemukan sesuatu yang sesuai dengan gaya mereka. Harapannya, The Canopy Room bisa menjadi destinasi yang membuat pengalaman menemukan fashion terasa lebih personal,” ujar Anita.

Momentum grand opening pada 18–19 September 2026 turut diramaikan sesi styling bersama fashion personality Jovi Adhiguna dan MJ Sehonanda. Konsumen diajak mengeksplorasi koleksi sekaligus mendapatkan inspirasi styling yang lebih personal.

Bagi The Canopy Room, kehadiran gerai permanen ini menjadi cara untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara desainer, brand, dan konsumen. Produk menjadi titik awal, sementara cerita dan pengalaman menjadi bagian yang melengkapi perjalanan menemukan gaya personal.

“Kami sangat excited akhirnya bisa membawa The Canopy Room ke ruang yang lebih nyata dan bisa dikunjungi langsung oleh banyak orang,” kata Anita. “Ada banyak cerita, kreativitas, dan passion dari brand-brand yang kami bawa ke sini, dan rasanya menyenangkan bisa melihat semuanya bertemu dengan orang-orang yang juga punya kecintaan yang sama terhadap fashion.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *