Empat Gaya Personal dalam Interpretasi “Precision in Softness”
Freemagz.id – Kenyamanan dan gaya personal semakin sulit dipisahkan dalam cara berpakaian sehari-hari. Ketika pakaian dituntut mampu mengikuti berbagai aktivitas, siluet yang nyaman tidak lagi harus berkompromi dengan tampilan yang rapi.
Semangat tersebut terasa dalam UNIQLO : C Fall/Winter 2026, koleksi rancangan Clare Waight Keller yang telah diluncurkan pada 25 September 2026.
Mengambil tema “Precision in Softness”, koleksi ini mengeksplorasi pertemuan antara material yang terasa lembut, bentuk pakaian yang modern, serta palet warna hangat. Alih-alih menawarkan satu formula berpakaian, koleksi ini justru membuka ruang bagi interpretasi yang berbeda sesuai karakter pemakainya.

Hal tersebut terlihat melalui gaya Mawar Eva de Jongh, Omara Esteghlal, Andrew White, dan Nana Mirdad. Keempatnya menghadirkan pendekatan berbeda terhadap koleksi yang sama, mulai dari tampilan elegan dengan proporsi longgar, gaya urban bernuansa utility, hingga couple styling yang mengandalkan harmoni warna tanpa harus mengenakan busana kembar.
Mawar de Jongh dan Elegansi yang Lebih Relaks : Mawar menerjemahkan sisi lembut koleksi melalui permainan warna dan proporsi. Dalam salah satu tampilannya, ia memadukan Sweater Rileks Kasmir Lembut Kerah V berwarna lemon yellow dengan Kemeja Katun Kerah Tegak Lengan Panjang biru muda dan Celana Barel putih.
Kombinasi warna tersebut menghasilkan tampilan yang ringan dan clean. Potongan celana yang longgar memberi keleluasaan bergerak, sementara permainan layering menjaga keseluruhan siluet tetap terlihat rapi. Formula seperti ini dapat diterapkan untuk berbagai agenda, dari menikmati kopi di pagi hari hingga aktivitas di tengah kota.
Mawar kemudian memperlihatkan interpretasi yang lebih terstruktur melalui Jaket Tailored Double Face berwarna dark brown, HEATTECH Ekstra Hangat T-shirt Kasmir Campuran warna blush pink, dan Jeans Baggy biru. Motif check pada jaket memberi struktur, sedangkan jeans berpotongan longgar membuat tampilan tidak terasa terlalu formal.
Omara Esteghlal: Utility Bertemu Siluet Modern : Pendekatan berbeda ditampilkan Omara Esteghlal. Jaket Kerah Tegak Berlapis Pile warna bordeaux menjadi titik perhatian ketika dipadukan dengan jeans berpotongan rileks dan dalaman hitam.
Warna bordeaux memberikan aksen kuat tanpa membuat keseluruhan tampilan kehilangan kesan modern. Dalam tampilan lainnya, Omara memilih Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend warna navy bersama Celana Barel beige.
Perbedaan volume antara atasan yang lebih fitted dan celana yang bervolume menciptakan siluet yang santai namun tetap terukur. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana pakaian dengan desain relatif sederhana dapat memiliki karakter melalui permainan tekstur, warna, dan proporsi.

Andrew White dan Nana Mirdad: Serasi Tanpa Harus Kembar : Sementara itu, Andrew White dan Nana Mirdad mengeksplorasi konsep couple styling melalui warna yang saling berhubungan. Andrew mengenakan Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend olive dan Celana Barel beige. Nana memilih Cardigan Milano Rib Ritsleting deep olive, inner putih, serta Celana Korduroi Volume soft white.
Pada tampilan lain, Nana menghadirkan aksen Rompi Korduroi Padded warna mustard yang dipadukan dengan celana volume cokelat tua. Warna tersebut memberikan kontras di tengah palet earthy yang menjadi salah satu karakter koleksi musim ini.
Andrew menghadirkan benang merah melalui Kemeja Lembut Easy Care Lengan Panjang cokelat hangat yang dikenakan bersama Jaket Trucker Denim dan Jeans Barel. Perpaduan denim-on-denim membuat tampilannya terasa kasual, sementara warna cokelat menghubungkannya dengan pilihan warna Nana.
Keempat interpretasi tersebut memperlihatkan satu hal: UNIQLO : C Fall/Winter 2026 tidak mengharuskan pemakainya mengikuti satu formula tertentu. Melalui kombinasi material, warna, layering, dan siluet, koleksi ini memberi ruang untuk membangun gaya yang sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing.

