Lifestyle

Kisah David Membangun Hairum Brand Sampo Lokal

Freemagz.id – Bagi DavidFounder Hairum, bisnis bukan sekadar soal menjual produk atau mengejar keuntungan. Lebih dari itu, ini adalah tentang membawa makna dalam keseharian. Hairum lahir pada tahun 2022 dari keresahan sederhana: rambut lepek yang sering kali mengganggu rasa percaya diri. 

Berangkat dari situ, Hairum hadir sebagai brand perawatan rambut lokal yang mengusung semangat Rediscover Confidence, yakni memberikan pengalaman keramas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dan mampu mengembalikan kepercayaan diri setiap hari.

“Banyak orang merasa minder hanya karena hal-hal sepele seperti bau rambut. Saya ingin menciptakan sesuatu yang bisa mengubah itu. Bukan hanya sekadar bersih, tapi membuat orang merasa siap menghadapi hari,” ujar David.

Hairum tidak hadir sebagai solusi instan untuk masalah rambut, melainkan sebagai teman dalam perjalanan mencintai diri sendiri. Lewat varian andalannya, Rose & Musk Shampoo, Hairum menawarkan pengalaman keramas yang elegan dan menenangkan, dengan aroma khas yang menjadi ciri. Tak heran, produk ini telah mencuri hati puluhan ribu pelanggan di seluruh Indonesia dan menjelma menjadi ikon kecantikan lokal yang terus tumbuh.

Merintis bisnis di usia muda tentu penuh lika-liku. David memulai Hairum di usia 22 tahun bersama sang kakak, berbekal modal terbatas namun didorong semangat yang besar. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari salah kirim barang, ditipu, hingga mengalami burnout. Namun di tengah semua kesulitan, satu hal yang selalu David pegang teguh: bisnis yang baik harus membawa nilai, bukan sekadar jualan.

“Kalau kita hanya cari cuan, gampang nyerahnya. Tapi kalau tahu kenapa kita mulai, kita lebih kuat jalaninnya. Untungnya, usaha tidak menghianati hasil, Hairum kini berhasil berkembang dan digunakan banyak orang mulai dari tahun 2022 sejak Hairum pertama kali bergabung bersama Shopee. Bahkan kini, Hairum menjadi salah satu penjual di kategori Kecantikan dengan penjualan tinggi di Shopee dan sukses meraih total penjualan mencapai puluhan ribu produk,” tambah David.

David menjelaskan bahwa seluruh produk Hairum diproduksi secara lokal, mulai dari menjalin kemitraan, proses produksi di pabrik, hingga tahap pengemasan akhir. Komitmen penuh terhadap produksi lokal ini membuat Hairum layak menyandang predikat sebagai brand lokal dengan kualitas tinggi. 

Tak hanya itu, seluruh produk Hairum diformulasikan tanpa Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Paraben, maupun Silicon. Hairum memastikan setiap helai rambut dapat terjaga kesehatannya, terhindar dari iritasi, serta tetap lembut dan mudah diatur. Produk-produk Hairum pun cocok untuk semua jenis rambut, termasuk yang sensitif karena bahan-bahannya yang alami dan ramah lingkungan.

“Dengan menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya, kami mencoba mengajak pengguna untuk tidak hanya merawat diri mereka sendiri, tetapi juga menjaga bumi dengan memilih produk yang ramah lingkungan. Selain itu, jika berbicara soal keterlibatan masyarakat sekitar, kami percaya bahwa pertumbuhan terbaik adalah yang dilakukan bersama. 

Langkah Hairum bergabung di Shopee menjadi titik balik penting dalam perkembangan brand ini. Beradaptasi dengan era digital, Hairum memilih Shopee sebagai kanal penjualan utama yang kini menyumbang lebih dari 80% total penjualan mereka. “Awalnya hanya coba-coba, tapi hasilnya fantastis. Shopee justru menjadi platform paling berdampak bagi kami. Bahkan, kini saya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi Masyarakat sekitar,” ungkap David.

David mengatakan bahwa fitur-fitur unggulan dari Shopee, seperti Shopee Video dan Shopee Live memberikan dukungan besar bagi Hairum dalam membangun koneksi yang lebih erat dengan konsumen. Melalui berbagai sesi interaktif, Hairum berhasil mendorong keterlibatan audiens sekaligus meningkatkan penjualan secara signifikan. 

“Shopee Live dan Shopee Video menjadi fitur yang sangat membantu kami untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan. Kami bisa memperlihatkan vibe brand kami, mengenalkan varian dan cara penggunaan produk kami, sehingga banyak pembeli yang bisa langsung membeli produk setelah mengikuti live streaming,” ujar David.

Berbicara soal merintis usaha di usia muda, David mengakui bahwa perasaannya campur aduk. Menjadi seorang entrepreneur bukanlah hal yang semudah mengucapkannya. Di balik semua pencapaian, ada risiko yang harus dihadapi dan kelelahan yang tak jarang datang menghampiri. Namun, di sisi lain, ia tak memungkiri bahwa pengalaman yang didapatkan justru menjadi hal paling berharga dalam hidupnya.

Alhasil, David mengungkap bahwa pelajaran terbesar yang ia dapatkan dari hal tersebut adalah jangan memulai bisnis hanya untuk mencari untung. “Jangan jalani bisnis hanya untuk cari cuan. Harus ada value yang kita bisa hadirkan. Ketika kita tahu alasan di balik langkah awal kita, akan lebih mudah untuk bertahan menghadapi proses yang kadang terasa melelahkan,” tegas David.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *