Musim Panas Dan Keheningan Di Tanjung Kelayang Reserve
Freemagz.id – Di ujung utara Pulau Belitung, Tanjung Kelayang Reserve menawarkan suasana tenang dengan pemandangan pantai yang cerah dan batu granit khas yang muncul dari permukaan air. Terletak di area seluas 350 hektar yang mencakup pantai, hutan hujan, dan formasi batu alam, kawasan yang masuk dalam Geopark Global UNESCO ini bukan sekadar tempat liburan, tetapi juga destinasi untuk menikmati alam dan ketenangan.

Di tengah hangatnya musim panas Belitung, BlueMind Experience mengajak para tamu menyelami harmoni laut dan alam, dalam program 4 hari 3 malam yang terinspirasi oleh pemikiran Wallace J. Nichols. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa air memiliki kekuatan untuk menenangkan jiwa dan mengurangi stres. Program ini dirancang untuk menghadirkan ketenangan melalui perpaduan aktivitas ramah lingkungan dan waktu hening yang memberi ruang untuk kembali selaras dengan alam.
Hari Pertama
Sheraton Belitung Resort menjadi rumah selama empat hari dalam BlueMind Experience, sebuah retret yang dirancang selaras dengan ritme alam pulau. Sambutan hangat, lanskap laut yang tenang, dan ruang terbuka yang membelai kedatangan para tamu. Menjelang senja, para tamu diajak bersantai menikmati teh sore di tepi laut, ditemani hidangan lokal dan debur ombak yang menentramkan. Malam ditutup dengan jamuan pembuka, menyajikan cita rasa autentik Belitung di bawah langit berbintang.

Hari Kedua
Dimulai dengan pelayaran setengah hari menyusuri perairan utara Belitung. Menggunakan perahu tradisional, para tamu diajak menjelajahi gugusan pulau kecil dan titik snorkeling terbaik di kawasan ini. Perhentian pertama adalah Pulau Lengkuas, yang dikenal dengan mercusuar peninggalan Belanda dari tahun 1882 dan terumbu karang berwarna-warni yang mengelilinginya.
Perjalanan berlanjut ke Pulau Tukong, yang berbentuk sepetak daratan yang hanya muncul saat air surut dan Pulau Pasir, hamparan pasir putih di tengah laut yang hadir seiring perubahan pasang. Dari sana, perahu menuju Karang Salam, perairan tenang nan jernih yang menjadi surga bagi para penyelam snorkel.
Di sini, kehidupan bawah laut yang masih alami menyajikan pengalaman menyelam yang damai dan menyegarkan. Petualangan ditutup dengan kunjungan ke Pulau Kelayang dan Batu Berlayar, formasi granit megah yang menjadi bagian dari situs geologi UNESCO di Belitung, sebelum kembali ke resor menjelang sore.

Hari Ketiga
Dirancang tanpa agenda terjadwal, memberi ruang bagi para tamu untuk beristirahat dan menikmati suasana pulau dengan cara masing-masing. Baik duduk tenang di tepi kolam, berjalan di jalur trekking ringan, atau sekadar menikmati pemandangan alam menjadi pilihan untuk mengisi hari dengan ritme yang lebih tenang. Bagi yang ingin menyegarkan tubuh dan pikiran, Shine Spa di Sheraton Belitung Resort menawarkan perawatan yang terinspirasi budaya lokal melalui filosofi “Empower the Local”.

Hari Keempat
Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke kedai kopi lokal yang terkenal di kalangan warga setempat. Kopi diseduh dengan cara tradisional yang mencerminkan karakter khas Belitung. Sebelum menuju bandara, para tamu juga berkesempatan singgah di toko kerajinan tangan untuk membawa pulang oleh-oleh dengan sentuhan lokal.
Baik untuk perjalanan pribadi maupun bersama sahabat terdekat, retret ini tersedia mulai dari IDR 4.200.000 nett per orang, dengan penawaran khusus untuk grup hingga 20 orang. Selama tiga malam, tamu akan bermalam di Deluxe Room Garden View di Sheraton Belitung Resort.

Lebih dari sekadar destinasi, Tanjung Kelayang Reserve adalah perjalanan kembali ke alam. Dikelilingi keindahan pesisir Belitung, tempat ini menghadirkan ruang bagi ketenangan, refleksi, dan koneksi yang bermakna. Pengalaman ini meninggalkan jejak, bukan hanya dalam ingatan, tetapi dalam hati yang pulang dengan rasa yang lebih utuh.

