News

Tak Sekadar Pakai AI, Microsoft Ajak Guru Indonesia Ajarkan Etika dan Keamanan Digital

Freemagz.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini telah menjadi bagian dari keseharian, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi yang semakin mudah diakses membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait etika, keamanan digital, hingga kemampuan berpikir kritis para pelajar.

Melihat kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, resmi meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit.

Inisiatif ini dihadirkan sebagai sumber belajar bagi para pendidik untuk memperkenalkan literasi AI secara komprehensif kepada siswa, sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab sejak dini.

Peluncuran yang berlangsung di kantor Microsoft Indonesia, Jakarta Selatan, turut dihadiri Digital Safety Director Asia Microsoft Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah.

Menurut data UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi telah memanfaatkan AI dalam proses belajar. Namun, lembaga tersebut juga menekankan pentingnya literasi AI agar pemanfaatannya berlangsung secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

“AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab,” ujar Madeline Shepherd.

Toolkit ini dirancang khusus bagi guru dan siswa usia 13–15 tahun melalui pendekatan pembelajaran interaktif berbasis studi kasus. Materi yang disusun mengajak siswa memahami berbagai isu penting, mulai dari potensi kesalahan informasi yang dihasilkan AI (AI hallucination), perlindungan data pribadi, bias algoritma, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental dalam ekosistem digital.

Sebagai bagian dari peluncuran, Microsoft juga menggelar diskusi panel bertema “Mengajar di Era AI” yang mempertemukan perwakilan pemerintah, Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia untuk membahas strategi pemanfaatan AI di sekolah.

Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia, Ratri Sutarto, menilai penguatan literasi AI harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter. “Anak-anak merupakan kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI.

Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis,” ungkapnya.

Sebanyak 70 guru dari berbagai wilayah Indonesia juga mengikuti lokakarya bertajuk “AI di Ruang Kelas”, yang memberikan panduan praktis mengenai integrasi AI dalam proses belajar mengajar.

Menutup rangkaian kegiatan, Dr. Suparto menegaskan bahwa transformasi pendidikan digital membutuhkan sinergi berbagai pihak. “Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. 

Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik,” katanya.

Melalui kolaborasi ini, Microsoft Indonesia, Biji-biji Initiative, dan Mereka berharap semakin banyak sekolah di Tanah Air yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang inovatif, aman, dan beretika sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *