Health & Beauty

Di Balik Masalah Rambut Rontok, Pentingnya Memahami Kesehatan Kulit Kepala

Freemagz.id – Rambut yang semakin banyak tertinggal di sisir, bantal, atau saluran kamar mandi sering menjadi tanda yang membuat seseorang mulai mencari solusi. Namun, sebelum berganti produk perawatan atau mencoba berbagai cara untuk mengurangi kerontokan, ada satu bagian yang kerap luput dari perhatian: kulit kepala.

Perspektif tersebut menjadi sorotan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI PERDOSKI di Yogyakarta. Bertepatan dengan Hair Loss Awareness Month yang diperingati setiap Agustus, Dove Hairfall Control bersama dermatolog membahas pentingnya mengenali kondisi kulit kepala sebagai bagian dari upaya menangani rambut rontok.

Lebih dari 2.000 tenaga medis dari berbagai wilayah Indonesia hadir dalam pertemuan ilmiah tersebut. Salah satu sesi membahas deteksi dini dan pendekatan personal dalam menangani rambut rontok, sekaligus memperkenalkan Dove Scalp + Hair AI Analysis, platform skrining awal berbasis AI hasil kolaborasi Dove Hairfall Control dan PERDOSKI Cabang Jakarta.

Menurut dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV, masih banyak orang yang melihat rambut rontok hanya sebagai persoalan batang rambut. “Banyak masyarakat menganggap rambut rontok semata-mata disebabkan oleh batang rambut yang rapuh sehingga mereka hanya berfokus pada perawatan batang rambut. Padahal, kondisi kulit kepala yang terganggu dan tidak ternutrisi dengan baik akan berujung pada kesehatan rambut yang buruk dan memicu kerontokan yang lebih parah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi kulit kepala dan karakteristik kerontokan setiap orang berbeda. Karena itu, pendekatan perawatan sebaiknya diawali dengan pemahaman terhadap kondisi masing-masing.

“Diperlukan skrining sejak dini sebagai langkah penting untuk memahami penyebab rambut rontok sehingga masyarakat dapat memilih perawatan yang paling sesuai dan mencegah kondisinya menjadi semakin berat,” lanjut dr. Sofiah.

Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam platform Dove Scalp + Hair AI Analysis. Pengguna dapat mengunggah foto kulit kepala dan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kulit kepala, rambut rontok, serta faktor yang mungkin menjadi pemicunya. Hasil asesmen memberikan gambaran kondisi kulit kepala dan rambut sekaligus rekomendasi perawatan yang dipersonalisasi.

Di sisi produk, Dove Hairfall Control mengembangkan pendekatan From Scalp to Strands. Matthew Seal, M.Sc., Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa rangkaian tersebut dirancang untuk menangani kebutuhan mulai dari kulit kepala hingga batang rambut.

“Dengan konsep ‘From Scalp to Strands’, rangkaian inovasi Dove Hairfall Control bekerja mulai dari kulit kepala hingga batang rambut dengan tiga manfaat utama, membantu mengurangi rambut rontok dari akar, memperkuat serat rambut, serta mendukung pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat,” tutur Matthew.

Rangkaian tersebut mencakup sampo, kondisioner, creambath, hair tonic, serta Bi-Phase Serum + Oil dengan teknologi Dynazinc™ Complex+. Dove juga menghadirkan varian Biotin, Micellar, Niacinamide, dan Hyaluron untuk karakter kulit kepala yang berbeda.

Ke depan, edukasi mengenai rambut rontok dan akses terhadap platform AI tersebut akan diperluas melalui kolaborasi dengan Watsons. Bagi konsumen, langkah ini menawarkan pendekatan yang lebih informatif: mengenali kondisi kulit kepala terlebih dahulu, kemudian menentukan perawatan yang sesuai.

“Kami ingin membantu masyarakat Indonesia mengubah cara pandang terhadap rambut rontok sehingga mereka dapat mengambil langkah perawatan yang lebih tepat, lebih dini, dan berbasis sains untuk rambut yang lebih kuat dan sehat,” pungkas Matthew.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *