Art & Culture

Pameran Tokyo Gendai Umumkan Rincian Program Unggulan Di Edisi Kedua

Freemagz.id – Tokyo Gendai telah umumkan rincian program unggulan untuk edisi keduanya yang akan berlangsung di PACIFICO Yokohama dari tanggal 5-7 Juli 2024. Pameran seni internasional ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk terhubung dan berinteraksi dengan kebudayaan kota Tokyo, sehingga menawarkan kesempatan untuk menjelajahi perspektif baru melalui program pameran yang luas. Program ini mencakup diskusi, pameran yang telah dikurator, karya seni kontemporer, dan acara satelit yang merayakan kekayaan budaya Jepang.

Program ini merangkum beragam acara yang mencakup Tsubomi ‘Flower Bud’, sebuah pameran yang menampilkan karya empat seniman wanita yang inspiratif; Art Talks, diskusi mendalam dengan pemikir terkemuka dalam dunia seni; pameran dari lembaga-lembaga seni lokal yang terkemuka dalam Ne ‘Root’; instalasi monumental di Sato ‘Meadow’; rangkaian lokakarya kreatif yang diselenggarakan khusus untuk anak-anak; dan penutup malam yang istimewa di galeri. Semuanya ini menambah kekayaan pameran seni kontemporer internasional, diikuti dengan antusiasme oleh 72 galeri terkemuka dari seluruh dunia. 

HIGHLIGHT PROGRAM 

Setelah kesuksesan debutnya tahun lalu, Tsubomi ‘Flower Bud’ kembali menyapa penggemar seni, kali ini menghadirkan karya-karya menarik dari empat seniman perempuan yang berasal dari berbagai belahan dunia, berbeda generasi, dan memiliki identitas budaya yang berbeda-beda. Pameran dengan tema ALL THINGS ARE DELICATELY INTERCONNECTED ini diprakarsai oleh SPECTRUM, sebuah kolektif internasional dari kurator dan seniman profesional yang mengadvokasi gagasan representasi dan keberagaman dalam proyek-proyek artistiknya. Dipandu oleh kurator seni kontemporer Marina Amada, yang berbasis di Paris dan Kyoto, bersama dengan Soojung Yi, kurator di Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer Korea, pameran ini merangkul karya-karya yang merefleksikan interaksi manusia dengan peradaban dan lingkungan alam. 

Menampilkan karya dari berbagai seniman, mulai dari karya-karya terkini seniman yang sedang naik daun hingga karya-karya yang telah mapan namun kurang mendapat perhatian dari publik. Di antara seniman-seniman yang berpartisipasi, ada Mika Tajima dari TARO NASU (Tokyo), yang karyanya meliputi berbagai medium mulai dari lukisan hingga pertunjukan; Miya Ando dari Sundaram Tagore Gallery (New York, Singapura, London), yang seni nya memadukan budaya Timur – Barat melalui interpretasi alam; Jenny Holzer dari SCAI THE BATHHOUSE (Tokyo), dikenal dengan penggunaan teks dalam karyanya di berbagai media; dan Sareena Sattapon dari SAC Gallery (Bangkok), seniman visual Thailand yang mengeksplorasi dalam seni pertunjukan, fotografi, seni video, dan instalasi. 

Marina Amada, Kurator Seni, mengatakan, “Saya memulai SPECTRUM pada tahun 2020 bersama teman-teman, kurator, dan pendukung untuk menciptakan proyek seni yang membuka diskusi tentang keragaman di Jepang; tujuan kami adalah untuk merayakan spektrum individualitas dan mendukung seniman-seniman yang kurang terwakili. Posisi mereka sebagai underdog dan outsider terhadap ideologi dominan sering memberikan mereka sudut pandang yang menarik serta memunculkan pendekatan-pendekatan baru. Kami sangat senang menjadi bagian dari program Tokyo Gendai untuk menawarkan sudut pandang unik dari seniman-seniman ini yang dalam praktiknya, telah menunjukkan kreativitas dalam menghadapi serta bernegosiasi perbedaan dengan orang lain.” 

Sato ‘Meadow’ akan menampilkan empat instalasi dalam skala besar di sekitar pameran, yang akan memperkenalkan tema-tema baru dalam seni kontemporer. Tomio Koyama Gallery (Tokyo) akan mempresentasikan instalasi oleh Kishio Suga, anggota utama dari gerakan seni Mono-ha (diartikan sebagai ‘Sekolah dari segala hal’) yang muncul di Tokyo pada akhir 1960-an hingga 1970-an, dengan judul Sistem Lingkungan. Dalam membuat karyanya, Suga menggunakan benda-benda seperti kayu, batu, logam, dan tali untuk menunjukkan hubungan yang setara dan saling berkegantungan antara alam, benda, dan manusia. Sementara itu, GALLERY SIDE 2 (Tokyo) akan menampilkan berbagai permainan 

yang dimulai dengan ‘CINTA’ oleh Udomsak Krisanamis, ini akan terdiri dari lukisan-lukisan seniman, permainan catur, dan sistem pemutar rekaman analog yang memperbolehkan penonton untuk ikut berinteraksi. KOTARO NUKAGA (Tokyo) akan memamerkan The Cowboy on the Grass dari Yuichiro E Tamura, sebuah karya performatif yang dibuat khusus untuk Tokyo Gendai di mana tiga koboi bertopi bandana istirahat di atas karpet berpola bandana hijau raksasa, dengan komposisi berdasarkan The Luncheon on the Grass karya Edouard Manet. MtK Contemporary Art (Kyoto) akan memamerkan LINES, sebuah instalasi dari Kengo Kito, yang berkolaborasi dengan pencipta video untuk membuat serangkaian karya yang akan ditayangkan secara streaming di layar besar.” 

Pameran ini juga akan menampilkan Ne ‘Root’, tempat beberapa yayasan lokal terkemuka akan mengadakan pameran khusus untuk menampilkan karya mereka. Odawara Art Foundation, yang didirikan oleh seniman kontemporer Hiroshi Sugimoto, akan mempresentasikan konsep Observatorium Enoura, dan Kankitsuzan Art Museum yang dijadwalkan akan memulai konstruksi di tahun ini. Selain itu, yayasan ini akan memperkenalkan rencana Keika House yang dirancang oleh Seiichi Shirai, yang direncanakan akan selesai pada tahun 2025. Fukutake Foundation akan memperkenalkan kegiatan baru di Benesse Art Site Naoshima, termasuk museum seni yang akan dibuka pada musim semi 2025. 

Yoshii Foundation akan memperkenalkan Kiyoharu Art Colony, sebuah kompleks seni dan budaya di Kota Hokuto, Prefektur Yamanashi, yang dioperasikan oleh yayasan sebagai basisnya. The Obayashi Foundation juga akan menampilkan gambaran dukungan mereka terhadap seniman, dan peneliti dengan fokus pada pembangunan perkotaan dan kota yang sehat. Sementara itu, CADAN: Contemporary Art Dealers Association Nippon akan mempersembahkan My Pick, sebuah pameran di mana kolektor seni akan memperkenalkan seniman favorit mereka dan menceritakan pengalaman mereka dalam mengoleksi seni, serta kegiatan ruang galeri CADAN Yurakucho, yang dibuka kembali pada Mei 2024. 

Art Talks, program diskusi pameran yang berfokus pada seni kontemporer, akan menampilkan delapan diskusi tentang tren, topik, dan perkembangan dalam dunia seni saat ini. Diskusi ini akan dipimpin oleh pakar dari dunia seni, termasuk Alexander S. C. Rower (Presiden Calder Foundation), Marc Glimcher (CEO Pace Gallery), Mami Kataoka (Direktur, Museum Mori), Miwa Taguchi (Co-founder Taguchi Art Collection), Eriko Kimura (Direktur, Museum Seni Kontemporer Hirosaki), Pedro Erber (Profesor, Universitas Waseda), Ritsue Mishima (Seniman), dan Jun Ishida (Kepala Konten Editorial GQ JAPAN). 

Tahun 2024 akan menjadi tahun pertama bagi Tokyo Gendai untuk mempersembahkan IntoArt, rangkaian workshop untuk anak-anak yang akan dipimpin oleh seniman yang memamerkan karya mereka di Tokyo Gendai. Acara ini diselenggarakan oleh Gotoschool Inc., dan juga akan ada sudut di mana anak-anak dapat dengan bebas menggunakan berbagai bahan seni, serta booth yang menampilkan buku seni dan video. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *