Lifestyle

LDS Group Perkenalkan Reload Sanctuary Bali, Fasilitas Wellness dengan Pendekatan Arsitektural

Freemagz.id – Ekspansi industri wellness di Indonesia kembali mencatat babak baru dengan beroperasinya Reload Sanctuary Bali, destinasi kebugaran dan pemulihan terintegrasi yang dikembangkan oleh LDS Group. Kehadiran fasilitas ini mempertegas langkah diversifikasi grup yang sebelumnya dikenal melalui sejumlah brand hospitality dan F&B nasional.

LDS Group didirikan oleh Lal De Silva, figur di balik pertumbuhan The Harvest yang sejak 2004 berkembang dari satu gerai menjadi lebih dari 100 outlet di berbagai kota di Indonesia.

Dalam struktur kepemimpinan saat ini, Dylan De Silva mengelola operasional grup di Indonesia dan Filipina, sementara Kyle De Silva memimpin pengembangan properti di Australia sebagai bagian dari strategi pertumbuhan aset jangka panjang.

Reload Sanctuary sebelumnya diperkenalkan di Jakarta sebagai pusat pelatihan berbasis performa dengan sistem terstruktur dan pendekatan berbasis hasil. Konsep tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut di Bali dengan skala dan cakupan layanan yang diperluas. 

Proyek ini dipimpin oleh CEO Nicolas Lee, yang mengoordinasikan proses mulai dari akuisisi lahan, perencanaan konsep, pembangunan, hingga penyusunan sistem operasional dan strategi ekspansi regional di Asia.

Berbeda dari pusat kebugaran konvensional, Reload Sanctuary Bali mengintegrasikan area pelatihan intensif, fasilitas recovery, layanan nutrisi, serta ruang komunal dalam satu kawasan terpadu. Pendekatan ini menempatkan performa fisik dan pemulihan dalam kerangka gaya hidup yang berkelanjutan.

Dari sisi desain, proyek ini melibatkan arsitek Indonesia Andra Matin yang dikenal dengan pendekatan minimalis dan kontekstual. Bangunan dirancang dengan komposisi beton ekspos, batu alam, kayu, serta pencahayaan alami untuk menciptakan suasana yang fungsional sekaligus tenang. 

Tata ruang menghubungkan zona latihan dan pemulihan secara berkesinambungan, menyesuaikan karakter lingkungan Bali sebagai destinasi wellness global.

Dengan pembukaan fasilitas di Bali, LDS Group memperluas portofolionya dari sektor kuliner dan properti ke kategori wellness terintegrasi. Langkah ini mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan ekosistem lifestyle premium yang menyasar pasar domestik maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *