42 Ribu Pengguna Motor Listrik Bergerak untuk Pendidikan Anak Indonesia
Freemagz.id – Ramadan selalu jadi momen yang tepat untuk berbagi. Tahun ini, Polytron menghadirkan cara unik untuk berbuat kebaikan lewat kampanye #KilometerKebaikan program donasi yang mengubah setiap kilometer perjalanan motor listrik menjadi kontribusi nyata bagi pendidikan anak Indonesia.

Konsepnya sederhana namun berdampak. Mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026, setiap 1 kilometer perjalanan pengguna motor listrik Polytron akan dikonversi menjadi donasi Rp50. Seluruh dana sepenuhnya ditanggung perusahaan, dengan target penggalangan mencapai Rp200 juta.
Artinya, semakin sering motor listrik digunakan untuk aktivitas harian mulai dari berangkat kerja, kuliah, hingga ngabuburit semakin besar pula donasi yang terkumpul.
Inisiatif ini lahir seiring pertumbuhan ekosistem pengguna motor listrik Polytron yang kini mendekati 42.000 orang di berbagai daerah. Komunitas ini dikenal sebagai Polytron Electric Vehicle Riders (PEVR), sebuah jaringan pengguna yang tak hanya aktif berbagi pengalaman seputar kendaraan listrik, tetapi juga mulai terlibat dalam berbagai gerakan sosial.
Melalui #KilometerKebaikan, perjalanan yang biasanya terasa rutin kini punya makna tambahan. Setiap tarikan gas bukan hanya soal efisiensi dan mobilitas ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari aksi kolektif membantu sesama.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Happy Hearts Indonesia untuk mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan di PAUD Surya Anugerah, Desa Sillu, Nusa Tenggara Timur.
Sekolah anak usia dini tersebut masih membutuhkan ruang kelas yang lebih layak, perabot belajar, alat permainan edukatif, hingga fasilitas sanitasi yang memadai guna menunjang proses belajar yang nyaman dan aman.
Bagi pengguna, cara berpartisipasinya pun praktis. Cukup membuka aplikasi Polytron EV 2W atau 4W di ponsel, klik banner “Kilometer Kebaikan”, lalu pilih Join Donasi. Setelah itu, sistem akan otomatis menghitung total jarak tempuh selama periode program.
Di tengah tren kendaraan listrik yang terus berkembang di Indonesia, kampanye ini menghadirkan perspektif baru: mobilitas berkelanjutan bisa berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Ramadan pun terasa lebih bermakna karena setiap kilometer kini membawa harapan.

