Langkah Awal Pewaris Dinasti Sungkar di Dunia Reli Indonesia
Freemagz.id – Di dunia reli, kecepatan hanyalah sebagian kecil dari cerita. Di balik setiap tikungan dan catatan lintasan, ada proses panjang yang membentuk seorang pereli. Hal itulah yang kini tengah dijalani El Mayka Sungkar, putra pereli nasional Rifat Sungkar, melalui program pembinaan jangka panjang bertajuk The Legend Continues.
Akhir pekan ini, Rifat dan Mayka kembali tampil bersama dalam Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 Putaran 2 di Sirkuit POJ City, Semarang. Jika tahun lalu keduanya datang dan pulang dengan kemenangan, kali ini tujuan mereka berbeda. Bukan sekadar mengejar podium, melainkan melanjutkan proses belajar yang menjadi fondasi utama perjalanan Mayka menuju dunia reli profesional.

Bagi Rifat, perkembangan putranya selama setahun terakhir menunjukkan arah yang menjanjikan. Salah satu indikator terpenting adalah kemampuan Mayka dalam menyusun dan memahami pace note, bahasa komunikasi utama antara navigator dan pereli di dalam mobil reli.
“Mayka menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Saat ini dia sudah mulai dapat berorientasi dan membuat pace note sendiri. Hal itu merupakan kemajuan yang signifikan. Dia menjadi lebih sensitif terhadap detail lintasan dan semakin rajin mempelajari catatan yang dibuatnya,” ujar Rifat.
Lintasan POJ City yang memiliki karakter cepat dengan kombinasi tikungan beruntun dianggap menjadi arena yang tepat untuk menguji kemampuan tersebut. Sebab dalam reli, kesalahan kecil dalam membaca lintasan dapat berdampak besar terhadap performa tim.
Tak hanya kemampuan teknis, Rifat juga mulai mengenalkan putranya pada aspek strategis kompetisi. Menurutnya, memahami kekuatan dan karakter lawan sama pentingnya dengan memahami kendaraan yang digunakan.

“Saya ingin Mayka mulai memahami peta kompetisi yang ada di kelas kami. Mengenali kompetitor merupakan bagian penting karena nantinya akan berkaitan dengan strategi balap. Saya ingin dia belajar melihat kompetisi secara lebih luas,” kata Rifat.
Karena itu, hasil akhir perlombaan bukan menjadi tolok ukur utama keberhasilan program ini. Yang lebih penting adalah bagaimana Mayka membangun pengalaman, karakter, dan kedewasaan dalam menghadapi persaingan.
“Saya tidak menjadikan hasil lomba sebagai parameter utama keberhasilan Mayka. Yang paling penting adalah bagaimana dia terus berkembang, belajar dari lingkungan kompetisi, membangun jaringan dengan pereli lain, dan menunjukkan konsistensi menjalani musim balap secara penuh,” tegasnya.
Didukung Telkomsel 5G, program The Legend Continues dirancang dalam lima fase hingga 2031. Di akhir perjalanan tersebut, El Mayka Sungkar diharapkan tidak hanya siap menjadi pereli andal, tetapi juga menjadi bagian dari generasi baru yang akan meneruskan kiprah Indonesia di arena reli nasional maupun internasional.

