Menanggung Dua Panggung: Merawat Mimpi di Tengah Tuntutan Kehidupan
Freemagz.id – Menjalani pekerjaan demi memenuhi kebutuhan keluarga, sambil berusaha mempertahankan mimpi yang telah lama diperjuangkan, menjadi dilema yang akrab bagi banyak orang dewasa muda.
Persimpangan antara tanggung jawab dan keinginan pribadi inilah yang diangkat dalam Menanggung Dua Panggung, pertunjukan teater musikal yang dipersembahkan Galeri Indonesia Kaya sebagai bagian dari perayaan ulang tahunnya yang ke-13.

Berdurasi sekitar 60 menit, musikal jukebox ini mengikuti perjalanan Ranting, seorang pemain teater yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan kecintaannya terhadap panggung. Bersama Teater Jalar, ia terbiasa menjalani impian sebagai pemeran utama.
Namun, tuntutan ekonomi setelah lulus kuliah membuatnya menghadapi kenyataan bahwa mengejar mimpi tidak selalu bisa berjalan beriringan dengan kebutuhan hidup.
Melalui kisah tersebut, penonton diajak mempertanyakan kembali arti keberhasilan, identitas, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi ekspektasi.
Cerita orisinal ini dirangkai dengan tujuh lagu populer Indonesia, termasuk Melukis Senja dari Budi Doremi, Makin Lelah dari Payung Teduh, serta Keroncong Protol dari Bondan Prakoso & Fade2Black. Perpaduan dialog, musik, dan koreografi menghadirkan pengalaman musikal yang dekat dengan realitas sehari-hari.

Pementasan ini sekaligus menandai perjalanan para peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, program yang digagas Indonesia Kaya sejak 2019 untuk mendukung regenerasi pelaku teater musikal.
Dari 45 peserta angkatan ketiga yang menyelesaikan pelatihan delapan bulan pada Mei 2025, sebanyak 15 orang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan musikal bersama West End Stage di London pada Desember 2025. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal dalam proses kreatif Menanggung Dua Panggung.
“Melalui Menanggung Dua Panggung, para peserta melanjutkan perjalanan mereka dari pelatihan menuju penciptaan dan pementasan karya. Kami berharap, karya ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
Produksi ini turut melibatkan alumni program, termasuk Aldafi Adnan sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, dan Ayu Gurnitha sebagai koreografer. Naskahnya ditulis Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella dengan bimbingan penulis profesional Widya Arifianti.

Bagi Herve Pierre Sidharta, salah satu peserta sekaligus Abang Jakarta 2026, pementasan ini menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman belajar internasional ke panggung Indonesia.
Dipentaskan dalam tiga pertunjukan pada 23–24 Oktober 2026, Menanggung Dua Panggung memperlihatkan bagaimana ruang belajar dapat berkembang menjadi karya nyata.
Lebih dari sekadar hiburan, musikal ini mengingatkan bahwa di tengah tuntutan kehidupan, setiap orang tetap berhak mencari ruang untuk merawat mimpi dan menemukan dirinya sendiri.

