Health & Beauty

Anlene Ajak Masyarakat Cegah Osteoporosis Lewat Kebiasaan Aktif dan Gerakan 10.000 Langkah

Freemagz.id – Menjaga kesehatan tulang sering kali belum menjadi prioritas selama tubuh masih terasa bugar. Padahal, penurunan kepadatan tulang dapat berlangsung tanpa disertai gejala yang jelas hingga akhirnya meningkatkan risiko patah tulang.

Karena itu, membangun kebiasaan hidup aktif sejak usia muda menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga mobilitas dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Persoalan ini kembali menjadi perhatian melalui gelaran Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia 2026. 

Mengusung semangat kampanye #AktifTanpaBatas, kegiatan ini mengajak masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan osteoporosis.

Setelah sebelumnya hadir di tiga kota besar pada 2025, Anlene kembali menggandeng Kementerian Kesehatan RI, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PB PEROSI).

Selain berjalan kaki dan berlari, peserta dapat mengikuti pemeriksaan kepadatan tulang gratis, edukasi kesehatan tulang, sendi, dan otot, serta senam Osteorobic. Partisipasi juga diperluas melalui kegiatan virtual pada 1–8 November 2026.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, menekankan bahwa pencegahan osteoporosis perlu dimulai sejak usia muda. “Kesehatan tulang seharusnya menjadi prioritas bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai tingkatan usia, bukan hanya kaum lanjut usia,” ujarnya.

Urgensi tersebut tercermin dalam riset Anlene Bone Scan 2024–2025. Hasilnya menunjukkan kelompok Gen X memiliki risiko kehilangan massa tulang hampir dua kali lipat dibandingkan Milenial dan 2,7 kali lipat dibandingkan Gen Z. Di Jakarta, lebih dari 60% masyarakat masih berada dalam risiko osteoporosis. Individu yang kurang aktif berjalan kaki juga memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi.

Drs. H. Andri Yansyah, M.H., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, mengingatkan bahwa aktivitas fisik perlu menjadi kebiasaan sejak dini. Sementara itu, Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), Ketua Umum PB PEROSI, menegaskan pentingnya mengimbangi olahraga dengan nutrisi seimbang, termasuk kalsium, vitamin D, dan protein, serta skrining sesuai faktor risiko.

Komitmen ini melanjutkan perjalanan Anlene sejak 2002 bersama Kementerian Kesehatan RI dan PB PEROSI. Menurut Yauwanan Wigneswaran, President Director Lactalis Indonesia, menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot merupakan investasi sepanjang hidup.

Ia juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan aktif, memenuhi nutrisi seimbang, serta mengonsumsi dua gelas susu Anlene setiap hari.

Sejalan dengan itu, Alban Damour, General Manager Lactalis Asia Oceania & Africa, menyebut Anlene sebagai local jewel yang berkembang melalui perpaduan keahlian global Lactalis dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *