News

SPEKIX 2025 Angkat Isu Profound Autism dan Inklusi Karier di Indonesia

Freemagz.id  — Pameran tahunan Special Kids Expo (SPEKIX) 2025 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), mengusung tema “One Community in Harmony.” Lebih dari sekadar expo, SPEKIX menjadi ruang belajar, kolaborasi, dan aksi nyata untuk membangun ekosistem yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah isu Profound Autism, yang menurut Lancet Commission (2021) mencakup sekitar 30% individu autistik dengan kebutuhan dukungan intensif sepanjang hidup. Di Indonesia, minimnya akses terhadap terapi dan tenaga ahli menambah kompleksitas tantangan ini.

“Profound autism adalah realitas yang harus kita hadapi bersama. SPEKIX hadir untuk menunjukkan bahwa keluarga tidak berjalan sendiri. Tahun ini dengan Career Inclusion, kami ingin tunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus bisa berdaya dan berkontribusi jika diberi peluang,” ujar Zavnura Pingkan, Cofounder Drisana Center & Wakil Ketua Pelaksana SPEKIX 2025. 

Drisana Center, sebagai kolaborator utama SPEKIX 2025, merancang 28 seminar dan workshop multidisipliner bersama berbagai mitra klinis, akademisi, dan dunia usaha. “Profound autism adalah realitas yang harus kita hadapi bersama. SPEKIX hadir untuk menunjukkan bahwa keluarga tidak berjalan sendiri,” ujar Zavnura Pingkan, Cofounder Drisana Center & Wakil Ketua SPEKIX 2025.

“Kami paham betapa pentingnya pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif. Melalui SPEKIX, kami ingin membuka ruang dialog nyata lintas disiplin agar tidak hanya anak yang tumbuh, tetapi juga ekosistem yang mendukung mereka,” Zarrabida Ibnusirad, Ketua Yayasan SPEKIX Asa Indonesia.

Acara ini juga didukung oleh tokoh-tokoh lintas sektor, termasuk Mulan Djiwandono (Jakarta Behavior Center), yang memperkenalkan pendekatan terapi dari Australia yang adaptif untuk konteks lokal.

Highlight SPEKIX 2025:

  • Karir Inklusi: Showcase perusahaan inklusif yang mempekerjakan individu neurodivergen.
  • 28 Seminar & Workshop: Topik mulai dari sensorik, regulasi emosi, hingga persiapan kerja.
  • Fasilitas Terapi Gratis: Konsultasi psikolog, terapi wicara & okupasi.
  • Panggung Seni & Lelang Karya ABK: Ekspresi kreatif anak-anak berkebutuhan khusus.
  • Ruang Bermain Inklusif: Area ramah ABK untuk pengunjung cilik.

Acara dibuka dengan keynote speech dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta dihadiri tokoh publik yang mendukung gerakan inklusi. Dengan target lebih dari 3.500 pengunjung, SPEKIX 2025 menegaskan bahwa inklusi adalah tanggung jawab bersama. Dari Profound Autism hingga Career Inclusion, SPEKIX mengajak semua pihak untuk melihat, memahami, dan bertindak.

Pesan utama SPEKIX: “You Are Not Alone.” Karena setiap anak dan keluarga berhak mendapat dukungan, kesempatan, dan masa depan tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *