Techno

Indonesia Cetak Prestasi Global lewat Inovasi AI Penangkal Scam Digital

Freemagz.id – Inovasi teknologi Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. SATSPAM, sistem deteksi scam dan spam berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang dikembangkan bersama Tanla Platforms, kini menjadi studi kasus di London Business School (LBS), salah satu sekolah bisnis bergengsi dunia. Sistem ini menegaskan bahwa inovasi lokal mampu memberikan dampak nyata sekaligus relevan di tingkat global.

Diluncurkan pada Agustus 2025, SATSPAM dirancang untuk memerangi ancaman digital yang kian kompleks. Dengan teknologi AI, sistem ini menganalisis sinyal komunikasi secara real-time, mendeteksi pola penipuan, dan terus belajar mengikuti modus baru. 

Hasilnya, lebih dari 2 miliar indikasi scam dan spam telah berhasil dikenali, dengan tingkat akurasi melebihi 90 persen. Tidak hanya melindungi SMS, SATSPAM juga mencakup panggilan suara, memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengguna.

Menurut Reski Damayanti, Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat sekaligus Chair GASA Indonesia Chapter, pengakuan dari LBS menegaskan kapasitas Indonesia dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata.

“SATSPAM adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi antara operator telekomunikasi dan regulator dapat menciptakan perlindungan sistemik bagi masyarakat. Model ini perlu diperluas ke sektor lain, karena penipuan digital lintas kanal dan memerlukan respons lintas ekosistem,” ujarnya.

Keberhasilan SATSPAM juga tidak lepas dari dukungan regulator dan kolaborasi lintas sektor. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, menekankan pentingnya AI untuk membangun ruang digital yang aman dan terpercaya. “Transformasi digital harus dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan publik. Pendekatan berbasis AI menjadi kunci dalam melindungi masyarakat dari scam dan spam digital,” kata Nezar.

Dukungan dari OJK melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) juga memperkuat ekosistem ini. Dicky Kartikoyono, Anggota Dewan Komisioner OJK, menegaskan, “Penipuan digital tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja.

Kolaborasi antara telekomunikasi, jasa keuangan, platform digital, dan regulator menjadi fondasi penting untuk pencegahan, deteksi, dan respons terhadap scam.”

SATSPAM membuktikan bahwa inovasi lokal Indonesia tidak hanya relevan di pasar domestik, tetapi juga mampu memberi kontribusi pada diskusi global mengenai keamanan digital. Pendekatan AI yang adaptif, kolaborasi lintas sektor, dan fokus pada perlindungan masyarakat menjadi resep sukses yang layak ditiru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *