Health & Beauty

Tren Regenerative Aesthetics Kian Diminati, PolyPhil Hadir Tawarkan Perawatan Kulit Berbasis Sains

Freemagz.id – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perawatan kulit yang berfokus pada kesehatan jangka panjang, tren regenerative aesthetics semakin mendapat perhatian di dunia estetika medis. Berbeda dengan pendekatan yang hanya menyamarkan tanda-tanda penuaan, konsep ini mengedepankan kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan kulit dari dalam.

Melihat perkembangan tersebut, GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma resmi menghadirkan PolyPhil, solusi regenerative aesthetics berbasis polynucleotide (PN) yang dikembangkan dari DNA ikan trout.

Teknologi ini dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi proses regenerasi alami, sekaligus mendukung perbaikan berbagai permasalahan kulit yang umum dialami masyarakat.

PolyPhil hadir menjawab kebutuhan akan perawatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil instan, tetapi juga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Dengan memanfaatkan teknologi PN-HPT (Polynucleotide Highly Purified Technology), produk ini bekerja dengan membantu aktivitas fibroblast, merangsang produksi kolagen dan elastin, meningkatkan hidrasi, serta mendukung proses perbaikan jaringan kulit secara alami.

Menurut Inneke Huang, General Manager GEA Aesthetic, kehadiran PolyPhil merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi estetika berbasis riset dan keamanan yang telah digunakan secara luas di pasar internasional.

“Membawa PolyPhil ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa, lebih dari 80 publikasi peer-reviewed, serta teknologi PN-HPT yang menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten,” ujarnya.

PolyPhil dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari skin rejuvenation, preventive anti-aging, membantu memperbaiki tampilan bekas jerawat, kerutan halus, tekstur kulit, hingga area sensitif seperti bawah mata.

Selain itu, terapi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan kulit kepala dan rambut serta sebagai persiapan sebelum menjalani prosedur estetika lain seperti filler, botulinum toxin, chemical peeling, maupun laser treatment.

Peluncuran PolyPhil di Indonesia turut diwarnai diskusi ilmiah yang menghadirkan sejumlah pakar estetika medis. Salah satunya adalah Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, Jerman, yang membahas perkembangan regenerative aesthetics dan pemanfaatan teknologi polynucleotide dalam praktik estetika modern.

Dalam paparannya, Dr. Frank menekankan pentingnya kualitas bahan baku dan proses pemurnian dalam menentukan efektivitas serta keamanan produk berbasis polynucleotide. Ia menjelaskan bahwa PolyPhil menggunakan DNA ikan trout air tawar dari peternakan terkontrol di Eropa yang diproses melalui teknologi PN-HPT, sehingga menghasilkan tingkat kemurnian dan konsistensi yang tinggi.

Sementara itu, dr. Ide Bagoes Insani, Sp.BP-RE, yang turut berbagi pengalaman klinis dalam acara tersebut menilai perkembangan regenerative aesthetics menjadi salah satu arah baru dalam dunia estetika modern. Menurutnya, kebutuhan pasien kini semakin bergeser ke perawatan yang mampu meningkatkan kualitas kulit secara alami dan berkelanjutan.

Hadirnya PolyPhil sekaligus mempertegas komitmen GEA Aesthetic dan Croma-Pharma dalam menghadirkan inovasi berbasis sains yang mendukung pendekatan perawatan kulit yang lebih natural, regeneratif, dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *