Automotive

MAB Tawarkan Perspektif Baru Kendaraan Listrik, dari Mobilitas hingga Efisiensi Bisnis

Freemagz.id – Kendaraan listrik semakin memiliki peran strategis dalam perkembangan industri modern. Tidak lagi sekadar menjadi alternatif kendaraan berbahan bakar konvensional, elektrifikasi kini berkaitan erat dengan cara perusahaan mengelola distribusi, mengoptimalkan armada, hingga meningkatkan produktivitas. 

Perubahan perspektif tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat Mobil Anak Bangsa (MAB) dalam ajang PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026.

Melalui tema “Electrifying Your Business”, MAB memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang beragam. Bertempat di Hall B3, lokasi A1, stan MAB menghadirkan perpaduan kendaraan niaga, solusi mobilitas perkotaan, serta teknologi digital yang dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis.

CEO Mobil Anak Bangsa, Kelik Irwantono, mengatakan bahwa elektrifikasi memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar perubahan sumber energi kendaraan.

“Keikutsertaan MAB pada PERIKLINDO Electric Vehicle Show 2026 menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya berbicara mengenai perubahan sumber energi kendaraan.

Elektrifikasi juga merupakan bagian dari transformasi bisnis yang dapat membantu perusahaan bekerja lebih efisien, lebih terukur, dan lebih siap menghadapi masa depan,” ujar Kelik.

Dari sisi produk, MAB menampilkan chassis 4×2 yang memungkinkan pelanggan dan mitra karoseri mengembangkan kendaraan sesuai kebutuhan, termasuk untuk logistik, distribusi, dan pengangkutan barang. 

Ada pula Ecotruck Blindvan yang ditujukan untuk mendukung kegiatan distribusi di kawasan perkotaan, serta Electro Electric 3 Wheeler sebagai pilihan mobilitas ringkas untuk operasional usaha.

Portofolio lainnya mencakup lini Electro, Ecity, E-Rover, FYY, FBY, dan FOO. Ragam pilihan tersebut memperlihatkan pendekatan MAB dalam menjawab kebutuhan bisnis dengan karakter penggunaan yang berbeda.

Namun, efisiensi armada tidak hanya bergantung pada kendaraan. MAB turut memperkenalkan Mining Command Center berbasis Internet of Things (IoT), yang membantu meningkatkan visibilitas terhadap aktivitas kendaraan dan pengelolaan armada. 

Informasi mengenai pola penggunaan serta kebutuhan pemeliharaan dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan operasional, terutama di sektor pertambangan, manufaktur, logistik, dan distribusi.

“Kami memahami bahwa setiap sektor usaha memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, MAB tidak hanya menghadirkan kendaraan, tetapi juga membangun pendekatan yang mempertimbangkan keseluruhan kebutuhan pelanggan, mulai dari pola penggunaan kendaraan, kesiapan operasional, pemeliharaan, hingga pengelolaan armada,” lanjut Kelik.

Melalui kombinasi kendaraan listrik dan teknologi konektivitas, MAB menempatkan transformasi mobilitas sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Kolaborasi antara industri, pemerintah, penyedia infrastruktur, dan institusi pembiayaan pun menjadi faktor penting untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *